Selasa, 16 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Bupati Rijanto Pesan Pembayaran Harus Transparan

Bulan Panutan Pajak, Pemkab Bagi Hadiah

13 Maret 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BEI CONTOH: Bupati Blitar Rijanto membayar PBB-P2 langusng melalui Bank Jatim, Selasa  (12/3).

BEI CONTOH: Bupati Blitar Rijanto membayar PBB-P2 langusng melalui Bank Jatim, Selasa (12/3). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kembali menggelar agenda tahunan. Yakni bulan panutan pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan (PBB-P2) dan pajak daerah lainnya tahun 2019 serta penyampaian SPT tahunan tahun pajak 2018.

Pada kesempatan itu, pemkab memberikan apresiasi kepada desa-desa maupun kelurahan yang tertib membayar PBB-P2. Apresiasi itu diwujudkan dengan memberikan sejumlah hadiah kepada desa ataupun kelurahan karena berhasil melakukan pembayaran pajak paling cepat.

Ada tiga desa atau kelurahan terbaik yang diberikan hadiah kepada pemkab. Yakni Desa Bagelenan, Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat dan Desa Dayu, Kecamatan Nglegok. "Keberhasilan ini tidak lepas dari peran seluruh komponen masyarakat. Apalagi, kini kesadaran masyarakat tentang pajak sudah meningkat," kata Bupati Blitar Rijanto usai membuka acara Selasa (12/3).

 Menurutnya, desa atau kelurahan kini sudah melibatkan sejumlah komponen masyarakat dalam proses pencapaian pendapatan daerah melalui pajak. "Komponen yang dilibatkan itu mulai dari RT, RW, LPMD, hingga tokoh masyarakat. Hal ini juga meringankan tugas desa," ungkap pria ramah ini.

 Meski begitu, prosedur pembayaran pajak tetap harus transparan dan terbuka. Desa maupun kelurahan harus bisa mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan di lapangan. "Kalau dulu sering ada penyimpangan uang pajak dibawa perangkat, sekarang hampir sudah tidak ada," ujar Rijanto.

 Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat maupun perusahaan untuk tertib dan rutin membayar pajak, maka bisa berdampak baik bagi pendapatan daerah. "Pendapatan bisa semakin meningkat. Jika meningkat, pembangunan juga semakin lancar," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Blitar Ismuni mengatakan, bulan panutan pembayaran PBB-P2 dan pajak daerah lainnya tahun 2019 merupakan agenda tahunan Pemkab Blitar. Acara itu bertujuan untuk menyukseskan dan memasyarakatkan pembayaran pajak daerah lebih awal. “Khusus untuk PBB-P2 ini, diharapkan bisa dibayarkan sebelum jatuh tempo pada 30 September 2019,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, juga untuk memacu wajib pajak (WP) orang pribadi agar segera melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan PPh 2018 menuju batas akhir pelaporan yakni 31 Maret 2019. “Dengan kegiatan ini, diharapkan WP bisa semakin rutin dan tepat waktu dalam membayar pajak. Apalagi, proses pembayaran kini juga semakin mudah,” terangnya.

Pembayaran, jelas dia, kini bisa dilakukan di empat tempat. Yakni di Bank BRI, Bank Jatim, BNI, dan kantor pos. “Sebelumnya hanya ada tiga tempat pembayaran. Sekarang sudah ada empat. Masyarakat tinggal pilih mana tempat yang terdekat dari tempat tinggal,” tandasnya. Pemberitaan ini dipersembahkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar. 

(rt/abd/kan/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia