Selasa, 16 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Dua WNA Miliki E-KTP, Satu Masuk DPT Pilpres dan Pileg

14 Maret 2019, 02: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TINGKATKAN PENGAWASAN :  Tampak petugas dispendukcapil meneliti e-KTP.

TINGKATKAN PENGAWASAN : Tampak petugas dispendukcapil meneliti e-KTP. (AGUS MUHAIMIN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

 TRENGGALEK- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Trenggalek harus meningkatkan pengawasannya terkait terbitnya daftar pemilik tetap (DPT) saat ini. Ini terkait adanya lima warga negara asing (WNA) yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) Trenggalek.

Komisioner Bawaslu Trenggalek Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum, Data, dan Informasi, Prayogi mengatakan, dari lima WNA, satu di antaranya  yang masuk DPT pada pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg). WNA tersebut tinggal di wilayah Kecamatan Pule, berasal dari negara Malaysia.

Mengetahui itu, Bawaslu langsung berkoordinasi dengan KPU Trenggalek agar WNA tersebut dihapus dari DPT. “Rekomendasi itu (hapus dari DPT, Red) telah kami layangkan. Mungkin KPU telah menghapus WNA tersebut dari DPT setelah menerima rekomendasi ,” ungkapnya.

Berdasarkan peraturan, hanya warga negara Indonesia (WNI) yang berhak mencoblos pada pemilihan umum (pemilu) 17 April nanti. Mengingat WNA tersebut tidak selalu tinggal di Trenggalek karena mereka beberapa waktu pergi ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Sedangkan terkait alasan mengapa WNA tersebut bisa masuk dalam DPT, Bawaslu tidak mengetahui. Untuk itu, kini Bawaslu masih mencari informasi terkait alasan WNA tersebut telah masuk. Apakah kurang ketelitian ketika pendataan dahulu dan sebagainya.

(rt/muh/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia