Senin, 22 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Aspigrata Angkat Bicara Soal Kejelasan Bantuan Bagi Pembudi Daya Ikan

14 Maret 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MERUGI : Tampak kolam ikan di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, diterjang banjir pada Kamis (7/3) lalu.

MERUGI : Tampak kolam ikan di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, diterjang banjir pada Kamis (7/3) lalu. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG.ID)

 TULUNGAGUNG- Pembudi daya ikan di Kota Marmer yang terdampak terjangan banjir terancam merandang. Bantuan berupa benih maupun uang akibat ikan lepas dari kolam dari Dinas Perikanan (Diskan) Jawa Timur (Jatim) maupun Tulungagung, hingga kini  belum  ada titik terang.

Wakil Ketua Asosiasi Pembudi Daya Ikan Gurami dan Patin (Aspigrata) Tulungagung Zaenal Arifin mengaku, banjir yang terjadi di Desa Waung  termasuk bencana. Yang menjadi persoalan adalah banjir mengakibatkan ikan dari pembudi daya lepas atau mati. “Asuransi selama ini masih untuk nelayan,” tuturnya.

Arifin, sapaan akrabnya, tak menampik setelah peristiwa banjir di beberapa wilayah di Kota Marmer, membuat pembudi daya di lain tempat khawatir. Sehingga polemik asuransi pembudi daya ikan hangat diperbincangkan.

Di sisi lain, asuransi pembudi daya ikan sudah tertera dalam Peraturan Pemerintah Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor 18 Tahun 2016. “Meski sudah ada Permen-KP, tapi asuransi pembudi daya ikan belum terealisasi. Padahal dengan adanya asuransi, itu bisa mengurangi beban kerugian pembudi daya ikan karena bencana,” ungkapnya.

(rt/pur/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia