Selasa, 16 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

11 Ranperda di DPRD Trenggalek Belum Ada Pembahasan Sama Sekali

15 Maret 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ILUSTRASI

ILUSTRASI

TRENGGALEK- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek dipastikan bakal pusing tujuh keliling di awal tahun ini karena setumpuk beban dipikul.

Tidak hanya karena sebagian besar menjadi kontestan dalam Pemilu 2019, tapi ada banyak tugas yang mesti dirampungkan di masa-masa transisi tahun ini. Sedikitnya,  ada enam  perda sisa kinerja 2018 belum selesai 100 persen.

Apalagi 11 ranperda yang menjadi insiatif dewan dalam propemperda 2019 masih menunggu pembahasan.  “11 ranperda belum ada pembahasan sama sekali. Padahal waktu yang dimiliki relatif terbatas,” ujar Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Trenggalek  Alwi Burhanudin.

Dikatakan terbatas, lanjut dia, karena tidak menutup kemungkinan ada perubahan personel dewan. Sebab, periode keanggotaan dewan berakhir pada Agustus mendatang. Selebihnya, propemperda tahun ini akan dilanjutkan oleh anggota dewan periode 2019 -2024.

Alwi menyebut 11 perda inisiatif dewan 2019 ini di antaranya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lain-lain Pendapatan yang Sah, Ranperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Ranperda tentang Desa Wisata, Ranperda tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, Ranperda tentang Ketenagakerjaan, Ranperda tentang Penanggulangan Kemiskinan, Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Sehat, Ranperda tentang Penyelenggaraan Pembangunan dan Ketahanan Keluarga, Ranperda tentang Sistem Kesehatan Daerah, serta Ranperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Ya memang harus cepat dikerjakan,” tuturnya.

(rt/muh/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia