Selasa, 17 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Rp 10 M Untuk Lanjutan Bangun Gedung Bedah Central RSUD Mardi Waluyo

15 Maret 2019, 22: 55: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

BLITAR KOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melanjutkan proyek pembangunan ruang bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo tahun ini. Besaran anggaran yang disiapkan untuk pembangunan lanjutan yakni sekitar Rp 10 miliar.

Direktur RSUD Mardi Waluyo Ramiadji mengatakan, proyek pembangunan ruang bedah dan operasi itu merupakan proyek lanjutan di 2018. Sebab, masih ada sejumlah fasilitas dan ruangan yang belum dibangun. "Ya, tahun ini kembali dilanjutkan untuk pembangunan beberapa ruangan dan fasilitas lainnya," ungkapnya.

Dia melanjutkan, proyek lanjutan tersebut untuk menyempurnakan bangunan gedung pusat bedah dan operasi RSUD Mardi Waluyo. Di bangunan baru itu nanti ada lima unit kamar operasi. "Kamar operasi ini nanti digunakan untuk kasus-kasus elektif (kasus tertentu atau pilihan)," terang pria ramah ini.

Sedangkan untuk kasus yang bersifat gawat darurat, nantinya disiapkan dua kamar operasi. Dua kamar itu disiapkan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Dengan dibangunnya gedung bedah central itu diharapkan pasien teralayani dengan optimal," ungkapnya.

Untuk proyek lanjutan itu telah disiapkan anggaran tambahan sekitar Rp 10 miliar. Anggaran itu, jelas dia, diambilkan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat ini, tahapannya sedang proses lelang.

Rumah sakit menargetkan pembangunan gedung selesai pertengahan tahun ini. Jika itu terealisasi maka semua fasilitas bisa dioperasikan. "Ya, mungkin Juni atau Juli nanti sudah beroperasi," ujar Ramiadji.

Selain membangun gedung bedah central, rumah sakit juga membangun ruang Intensif Care Unit (ICU). Ruang ICU berbeda dari yang sebelumnya karena dilengkapi sejumlah fasilitas yang lebih canggih dan representatif bagi pasien.

Seperti diketahui, pembangunan gedung bedah central dan ruang ICU itu dimulai pada 2018. Pada pembangunan tahun lalu, pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp 12,5 miliar. Sedangkan untuk tahun ini, pemkot melanjutkan pembangunan guna penyempurnaan gedung yakni sekitar Rp 10 miliar.

(rt/abd/kan/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia