Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Dinkop UMP Trenggalek Beberkan Ukuran Kios Pasar Pon Bakal Lebih Kecil

16 Maret 2019, 01: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MENUNGGU KEPASTIAN: Sejumlah pekerja tengah membereskan puing-puing pembongkaran toko di sisi selatan Pasar Pon Kamis (14/3).

MENUNGGU KEPASTIAN: Sejumlah pekerja tengah membereskan puing-puing pembongkaran toko di sisi selatan Pasar Pon Kamis (14/3). (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Kepastian pelaksanaan pembangunan Pasar Pon belum juga diketahui kapan rekonstruksinya bakal dimulai. Namun, dipastikan bakal ada perubahan ukuran kios maupun toko yang bakal ditempati pedagang di pasar ini. Sebab, pemerintah pusat menghendaki pedagang yang bisa beraktivitas di pasar ini lebih banyak dari jumlah yang direncanakan. “Hasil review dari Kemen-PUPR salah satunya soal luasan itu,” ungkap Mokhammad Siswanto, kepala dinas koperasi usaha mikro dan perdagangan (dinkop UMP).

Dia mengungkapkan, pemerintah pusat sedikit keberatan jika pasar yang diusulkan dengan anggaran sekitar Rp 90 miliar tersebut hanya mengakomodasi sekitar 700 pedagang. Hal ini dinilai kurang efektif. Terkait dengan luasan los, kios, hingga toko, diharapkan berubah lebih kecil alias mungkret (mengecil: Jawa, Red). “Ponorogo itu mengajukan Rp 230 miliar, tapi jumlah pedagangnya ada lebih dari 4 ribu. Sementara kita cuma 711 pedagang,” ungkapnya.

Pada perencanaan Pasar Pon disebutkan ukuran toko 3 x 6 meter, ukuran kios 3 x 4 meter, dan los (lapak) 2 x 2 meter. Sebagian dari rencana tersebut dapat diterima. Misalnya, toko memiliki ukuran 3x6 meter. Sedangkan luasan yang lain masih dalam tahap negosiasi. Artinya ada tawar-menawar antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. “Kalau pusat mintanya lebih kecil lagi, ini kita masih nego” terang dia.

(rt/dre/muh/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia