Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Plt Bupati Trenggalek Janji Beri Sanksi Oknum RSUD Langgar Aturan

16 Maret 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

Plt Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin

Plt Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin

TRENGGALEK- Proses rekrutmen 30 tenaga perawat berstatus karyawan harian lepas (KHL) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo Trenggalek tampaknya masih menimbulkan polemik.

Diduga proses rekrutmen tersebut dilakukan tidak transparan dan menyalahi peraturan yang berlaku.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin  mengaku, terkait perekrutan yang dilakukan tersebut, jika dianggap menyalahi aturan dengan memanggil karyawan yang baru. Pria yang akrab disapa Ipin ini mengaku belum mengetahuinya.

Untuk itu, dirinya bakal memfasilitasi berbagai pihak yang mengaku mengetahui hal tersebut untuk segera melapor. Berdasarkan hal tersebut, nantinya akan diberikan teguran keras kepada oknum-oknum yang dinilai bersalah. Hal itu juga dilakukan dengan pemberian saksi terhadap oknum pegawai bersangkutan. “Untuk sanksinya apa, tergantung tingkat kesalahannya dulu. Jadi kalau ada pegawai yang baru dan tidak sesuai apa yang telah dilaporkan kepada saya, silakan melapor,” jelas Ipin.

Seperti diberitakan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo Trenggalek kembali merekrut pegawai nonpegawai negeri sipil (PNS) badan layanan umum daerah (BLUD) untuk mengisi kekurangan jumlah pegawainya. Namun kali ini berbeda dengan tahun lalu, perekrutan tersebut tanpa didahului adanya pengumuman sebelumnya.

Padahal mengacu Perbup Nomor 71 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Pegawai Non-PNS BLUD RSUD dr Soedomo Trenggalek, pada bab VII tentang pengadaan, seleksi, dan persyaratan umum serta pada pasal 13 disebutkan seleksi harus dilakukan secara transparan, netral, objektif, akuntabel, bebas dari KKN, dan terbuka. “Perekrutan itu harus kami lakukan karena sifatnya mendesak untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang ada kini,” ungkap Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek Saeroni.

Untuk itu. secepatnya Plt Bupati Trenggalek secepatnya akan memanggil Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mengklarifikasi hal tersebut. Itu dilakukan untuk mengetahui proses yang dilakukan tersebut apakah menyalahi aturan atau sudah mendapatkan izin bupati terdahulu. 

(rt/muh/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia