Selasa, 17 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Prostitusi Online, Tersangka RS Miliki 15 Anak Buah

16 Maret 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

BLITAR KABUPATEN - Dugaan soal tersangka kasus prostitusi online, RS, yang memiliki rekan lain dalam bisnis prostitusi berhasil dibuktikan polisi. Berdasarkan hasil pengembangan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, RS, memiliki setidaknya 15 anak buah.

Kelima belas anak buah itu rata-rata merupakan pemandu lagu. Kesemuanya sudah berusia dewasa. Perempuan-perempuan tersebut dimanfaatkan oleh Rsang mucikari untuk memperlancar bisnis esek-eseknya tersebut.

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi mengatakan, 15 anak buah RS itu merupakan perempuan pemandu lagu. Atau sering disebut dengan istilah LC atau Ladies Company. Namun demikian, polisi akan memastikan terlebih dahulu terkait 15 LC tersebut. "Itu kan keterangan dari mereka (saksi-saksi dan korban). Tapi kami kan belum tahu kebenarannya," ujarnya, Sabtu (16/3).

Lanjut Sodik, para LC itu sudah lama mengenal RS. Sebagian dari mereka juga dijual oleh RS untuk para pria hidung belang. "Ya, meski berprofesi sebagai pemandu lagu, kadang kala juga ada yang bisa di BO (Booking)," terang perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

Namun, jelas dia, pihaknya masih terus mendalami lebih lanjut bisnis haram yang dijalankan oleh RS. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk dua korban dan teman korban yang sempat mengenalkan kepada RS. "Untuk sementara, saksi yang sudah kami periksa ada sembilan orang. Untuk korban, sementara masih dua," ungkapnya.

Sebelumnya, RS mengaku bahwa dua gadis di bawah umur (korban) yang dijualnya itu merupakan teman dari tersangka. Temannya itu memperkenalkan dua korban yang berprofesi sebagai LC itu kepada RS.

Namun, teman RS yang memperkenalkan dua korban itu hanya berstatus saksi. Hasil pemeriksaan, teman RS itu tidak terlibat dalam bisnis prostitusi. "Berdasarkan pemeriksaan, temannya tidak terlibat. Namun, tersangka sendiri yang menjual dua korban itu," jelas Sodik kepada radartulungagung.id.

Seperti diberitakan, Salah seorang warga asal Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar terpaksa diamankan oleh Polres Blitar. Itu setelah pria berinisial RS, 23, diduga bisnis esek-esek secara online (prostitusi online).

Berdasarkan informasi yang diterima, dalam menjalankan bisnis haramnya itu, RS menjual gadis kepada pria hidung belang melalui dunia maya. Caranya yakni mem-posting foto gadis lewat Facebook. Bisnis lendir itu pun akhirnya  berhasil diungkap aparat Polres Blitar.

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia