Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Rawan Kecelakaan, Dishub Minta Operasi Penyeberangan ditutup Sementara

Jika Air Sungai Brantas Meluap

18 Maret 2019, 18: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BERBAHAYA: Kondisi salah satu dermaga penyeberangan di Kecamatan Wonodadi ketika debit air Sungai Brantas tinggi.

BERBAHAYA: Kondisi salah satu dermaga penyeberangan di Kecamatan Wonodadi ketika debit air Sungai Brantas tinggi. (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN – Banyaknya kecelakaan di dermaga penyeberangan di bantaran Sungai Brantas, mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar. Nah, untuk antisipasi terjadinya kecelakan di sungai, dishub meminta agar operator dermaga penyeberangan berhenti sementara, jika air sungai meluap.

Hal itu dilakukan karena debit air sungai yang tinggi, sangat membahayakan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, jika dermaga penyeberangan tetap beroperasi. “Jadi rawan terjadi kecelakaan ketika air sungai meluap,” ungkap Kepala Dishub Kabupaten Blitar Toha Mashuri.

Dia mengatakan, di Kabupaten Blitar ada sekitar 16 dermaga penyeberangan atau perahu tambang, semuanya berada di wilayah barat, seperti di Kecamatan Sanankulon, Srengat dan Wonodadi. Selain meminta untuk berhenti beroperasi ketika air sungai meluap, pihaknya juga meminta agar beberapa dermaga penyeberangan yang dinilai tidak layak, untuk tutup sementara. “Berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi, ada dua dermaga penyeberangan yang kondisinya cukup membahayakan. Semuanya di Kecamatan Srengat,” jelasnya.

Dinilai membahayakan, karena kondisi dermaga sudah tidak layak, yakni  papan penghubung menuju ke perahu sudah tenggelam atau dermaga lebih rendah dari air sungai. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola dermaga penyeberangan dan memberikan surat edaran kepada seluruh pengelola penyeberangan terkait dengan penutupan sementara fasilitas ini. “Untuk dua dermaga penyeberangan yang tidak layak ini, kami sarankan sementara waktu ditutup,” pinta pria ramah ini.

Selain itu, dishub mengimbau agar masyarakat tidak memanfaatkan dua dermaga penyeberangan yang kondisinya dinilai tidak layak. Dia lebih menyarankan untuk menyeberang ke tempat lain. 

(rt/yan/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia