Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Isi Curhatan Guru Tidak Tetap Kepada Sandiaga Uno Saat Dialog

18 Maret 2019, 22: 40: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

SAMBUTAN HANGAT : Sandiaga Uno saat menghadiri Silaturahim dan Dialog Relawan Keummatan bersama Kiai, Habib, dan Masyayikh se-Mataraman di Lapangan Pema, Desa/Kecamatan Ngunut, Sabtu (18/3).

SAMBUTAN HANGAT : Sandiaga Uno saat menghadiri Silaturahim dan Dialog Relawan Keummatan bersama Kiai, Habib, dan Masyayikh se-Mataraman di Lapangan Pema, Desa/Kecamatan Ngunut, Sabtu (18/3). (DHARAKA R. PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG.ID)

TULUNGAGUNG- Calon Wakil Presiden (Cawapres) 02 Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri Silaturahim dan Dialog Relawan Keummatan bersama Kiai, Habib, dan Masyayikh se-Mataraman di Lapangan Pema, Desa/Kecamatan Ngunut, Sabtu (18/3) siang.

Saat sesi dialog berlangsung, salah satu hadirin yang berstatus guru tidak tetap (GTT) sempat mencurahkan perasaannya. Yakni mengenai perekrutan PNS maupun TNI/Polri yang diduga masih menggunakan uang ratusan juta rupiah. Sandiaga pun menanggapi jika sebenarnya itu tidak harus mengeluarkan uang. Dengan demikian sistem yang berlaku pun harus berasaskan keadilan bagi semua kalangan. “Ini memang menjadi pekerjaan rumah. Jika kami diberi kepercayaan memimpin bangsa dan negara ini, semua harus diubah. Sehingga mereka yang memiliki potensi sebagai abdi negara tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun,” jelas pria berkacamata ini.

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia