Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Santosa, Seniman Pahat yang Cari Ide Dengan Tingkah Nyeleneh (3-Habis)

Menikmati Pekerjaan Meski Energi Terkuras

20 Maret 2019, 03: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Santoso, warga Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, saat memahat balok kayu

Santoso, warga Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, saat memahat balok kayu (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

Santosa merupakan seniman pahat di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, yang unik. Dia terkadang bertingkah nyeleneh untuk mendapat ide, termasuk pernah tidur di pinggir jalan hingga kumpulkan batu.

HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA

Meski energi dan waktu terbuang di depan kayu pahatan, dia begitu menikmati pekerjaan itu. Bahkan, setiap karya yang dibuatnya, tak bisa mematok harga pasti dan ikhlas menerima uang pembelian di setiap karyanya. Idealisme tersebut muncul karena makna menciptakan karya seni tak terukur sebatas materi, tapi juga nonmateri, yakni perasaan bahagia dan kenikmatan prosesnya. “Kualitas sebagai patokan membuat karya dan bukan uang,” katanya.

Ternyata pahatan Tosa memiliki perbedaan dari segi teknis pemahatan. Yakni menerapkan pahatan sampai dua per tiga sentimeter di setiap karyanya. Itu jarang diterapkan seniman pahat. Sebab, mencapai kedalaman pahatan seperti itu, ketelatenan, dan kesabaran harus dikuasai. Acapkali karya dibuat, Tosa lebih lama dibanding seniman pahat lainnya. “Saya tak bisa menentukan batas waktu jadi di setiap karya saya. Yang jelas tak pernah sampai satu tahun,” ujarnya.

Apresiasi atas karya pahatnya pernah dibeli seharga Rp 50 juta. Kendati demikian, tak pernah ada perubahan apa pun. Kehidupannya tetap sederhana. Pakaian seadanya menjadi ciri khas jalan senimannya. “Bersyukur dengan apa sudah diberikan pencipta. Saya hanya percaya apa yang saya lakukan dengan sebaik mungkin pasti mendapat hasil yang sepadan,” jelasnya. 

(rt/did/pur/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia