Selasa, 22 Oct 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Alih-alih Membantu, Bantuan Ini Bikin Perselisihan Antarpembudi Daya

20 Maret 2019, 23: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TAK MASUK BENCANA DARURAT: Kolam milik pembudi daya ikan tawar di Dusun Krajan, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

TAK MASUK BENCANA DARURAT: Kolam milik pembudi daya ikan tawar di Dusun Krajan, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG - Keinginan pembudi daya atau peternak ikan tawar di Tulungagung yang terkena banjir pada Jumat (8/3) untuk mendapatkan bantuan tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, usulan bantuan untuk mereka ke dinas perikanan tak masuk kategori bencana darurat.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Kawasan dan Sarana Prasarana Budi Daya Dinas Perikanan Tulungagung Andra Rejekining Rahayu mengungkapkan, balai benih di dinas perikanan sebenarnya bisa diperbantukan kepada pembudi daya terdampak banjir. Namun, jumlah ikan terdampak banjir jauh melebihi jumlah benih yang ada di dinas perikanan. Sedangkan pemberian bantuan harus merata untuk mengurangi perselisihan. “Ketika satu pembudi daya dapat bantuan, tapi yang lain tidak, itu bisa memicu perselisihan,” tuturnya.

Wakil Ketua Asosiasi Perikanan Gurami dan Patin (Aspigrata) Tulungagung Zaenal Arifin mengaku tak begitu mengetahui kebijakan teknis kriteria bencana mana saja yang bisa dapat bantuan. Namun, pernah ada kasus maraknya koi herpes virus (KHV) sekitar 2005 lalu. Lantaran, kasus itu bersifat nasional. Artinya, imbas virus itu tingkat kabupaten. Sedangkan, virus tersebut tak hanya menyerang ikan koi, tapi juga termasuk ikan konsumsi. Ada surat keterangan (SK) legal. Dengan SK itu, pembudi daya ikan yang dahulu terjangkit KHV bisa dapat bantuan. 

(rt/dre/pur/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia