Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

DBD Masih Mengancam dan 13 Kasus Meninggal Dunia di Pertengahan Maret

21 Maret 2019, 02: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

CEPAT SEMBUH: Salah satu pasien DBD dirawat di Puskesmas Ngantru. Meski tren turun, tetap waspada terhadap penyakit DBD.

CEPAT SEMBUH: Salah satu pasien DBD dirawat di Puskesmas Ngantru. Meski tren turun, tetap waspada terhadap penyakit DBD. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Ancaman demam berdarah dengue (DBD) masih ada. Meski trennya sudah menurun, tingginya curah hujan tetap berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit tersebut.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Didik Eka menuturkan, tren kasus DBD di Tulungagung meningkat sejak November lalu dan berlanjut hingga Februari 2019. “Februari ke Maret mulai turun. Itu dibarengi debit air hujan mulai menurun,” terangnya Selasa (19/3).

Dihimpun dari data Dinkes Tulungagung, sepanjang 2019 hingga pertengahan Maret terjadi sebanyak 579 kasus DBD dengan 13 kasus meninggal dunia. Jika dirinci, pada Januari terjadi 257 kasus dengan tiga kasus meninggal dunia. Sementara Februari berada pada angka 222 dengan tujuh kasus meninggal dunia. Pada pertengan Maret, tercatat 100 kasus dengan tiga kasus meninggal dunia.

Meski mengalami penurunan kasus, Didik mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Pasalnya, meski debit air hujan mulai turun, cuaca tak menentu masih menjadi faktor penyebab DBD. Pasalnya, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti sebenarnya bukan saat hujan terus-menerus. Melainkan ketika cuaca tak menentu. Sehari hujan, sehari tidak. Saat tidak turun hujan inilah telu-telur nyamuk yang berada di genangan air menetas. “Nyamuk aedes ini suka air yang tenang. Kalau hujan terus-menerus, otomatis ada pergerakan. Kalau ada jeda waktu tidak turun hujan, ini menjadi waktu tepat untuk perkembangan telur,” urainya.

Tak hanya faktor cuaca, mobilitas penduduk yang cukup tinggi juga dapat berpengaruh. Bukan tidak mungkin penularan DBD ketika berada di luar kota. Sementara ketika kembali ke Tulungagung telah terinfeksi.

(rt/did/nda/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia