Minggu, 25 Aug 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Awas, 12 Persen Permukiman Tulungagung Belum Bebas Jentik Nyamuk

21 Maret 2019, 03: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

CEPAT SEMBUH: Salah satu pasien DBD dirawat di Puskesmas Ngantru. Meski tren turun, tetap waspada terhadap penyakit DBD.

CEPAT SEMBUH: Salah satu pasien DBD dirawat di Puskesmas Ngantru. Meski tren turun, tetap waspada terhadap penyakit DBD. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGGUNG - Ancaman demam berdarah dengue (DBD) masih ada. Meski trennya sudah menurun, tingginya curah hujan tetap berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Sementara itu, angka bebas jentik di Tulungagung hanya sebesar 88 persen. Padahal standar yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) minimal sebesar 95 persen. Artinya, dari total permukiman di Tulungagung, 12 persen di antaranya belum bebas jentik nyamuk.

Untuk itu, penting untuk tetap lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) secara berkala.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Didik Eka mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan peduli dengan kebersihan lingkungan. Memperhatikan genangan-genangan air yang berada di sekitar rumah. Pasalnya, genangan air menjadi tempat paling ideal untuk berkembangnya jentik-jentik nyamuk. “Paling ideal, lakukan PSN seminggu sekali. Ini berkaitan dengan siklus hidup nyamuk dari telur hingga jadi nyamuk dewasa hanya butuh waktu 10 hari,” ungkapnya.

 Kepala Puskesmas Ngantru Suwanto membenarkan hal tersebut. Meski tren sudah turun, temuan pasien dengan kasus DBD masih terus ada. “Hari ini ada dua pasien baru yang diduga DBD. Ini membuktikan bahwa meski sudah berkurang, tapi masih perlu waspada,” terangnya Selasa (19/3).

Untuk itu, dia mengimbau warga setidaknya seminggu sekali periksa dan buang genangan air di setiap tempat yang dapat dijadikan penampungan air. Membuang barang-barang yang sudah tidak terpakai agar tidak dijadikan sarang nyamuk. Menutup wadah atau tempat-tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur. “Gerakan 3M plus memang cara preventif yang paling tepat untuk memberantas DBD,” pungkasnya. 

(rt/did/nda/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia