Selasa, 17 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Batik, Primadona Fashion yang Mampu Tambah Penghasilan

22 Maret 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

RAPI: Batik yang sudah kering  langsung dilipat

RAPI: Batik yang sudah kering langsung dilipat (SITI NURUL LAILIL/RATU)

TULUNGAGUNG- Di era modern seperti ini, perajin batik di Desa Mojosari tak pernah merasa terpinggirkan. Sebab, kini batik jadi primadona di dunia fashion. Bahkan, batik khas warga Kalangbretan itu memberi ketertarikan tersendiri yang mampu bersaing pada dunia industri lainnya. Tak heran, sebagian besar masyarakat Desa Mojosari berani menggantungkan ekonomi dari hasil pekerjaan mereka sebagai perajin batik.

Seperti yang dilakukan Midati. Warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Kauman ini mengaku sudah menekuni dunia batik sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Kala itu, dia dikenalkan membatik oleh orang tuanya. Kemudian dia telateni hingga menjadi sekarang. Bahkan, kata wanita berusia 61 tahun ini, pekerjaannya menjadi seorang pembatik mampu membantu ekonomi keluarga. "Sejak dulu, Kecamatan Kauman, termasuk Desa Mojosari ini terkenal dengan karya batiknya. Bahkan punya motif sendiri, disebut motif Kalangbretan," katanya

Midati mengatakan, pekerjaannya sebagai pembatik bukan pekerjaan utamanya. Tapi pekerjaan sampingan. Itu karena usianya yang tak muda lagi serta memiliki kesibukan lain. "Ini disambi, Mbak, karena momong. Jadi ya gak full. Biasanya sehari bisa 10 potong. Karena disambi, ya cuma lima potong," terangnya

Hal senada juga diungkapkan Suprihatin. Dia mengaku baru tekuni pekerjaan sebagai pembatik mulai lima tahun lalu. Penghasilannya sebagi pembatik bisa menambah pundi penghasilan keluarga. Namun untuk bisa menjadi pembatik, memang harus telaten dan cekatan. "Saya termasuk baru di sini. Tapi memang dulu pernah membatik," jelasnya.

Pembatik lain, Sutiah menjelaskan, pekerjaan membatik akan lebih banyak ketika akan musim Lebaran dan pergantian ajaran baru. Sebab, batik dipesan untuk seragam. "Musimnya itu yang ramai. Terkadang kita bisa selesaikan lebih dari 10 potong, tergantung motifnya," tambahnya.

(rt/lai/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia