Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Tergiur Investasi Untung Tinggi Bikin Uang Mama Muda Ratusan Juta Raib

22 Maret 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MINTA KEJELASAN : Korban arisan dan investasi bodong saat berada di Polres Tulungagung, Jumat (22/3).

MINTA KEJELASAN : Korban arisan dan investasi bodong saat berada di Polres Tulungagung, Jumat (22/3). (ZAKI JAZAI/ RADARTULUNAGUNG.ID)

 TRENGGALEK- Belasan mama muda mendatangi Mapolres Trenggalek, Jumat (22/3). Kedatangan mereka untuk menanyakan perkembangan aduan dugaan penipuan berkedok arisan dan investasi bodong dengan kerugian ditafsir mencapai miliaran rupiah.

Salah satu korban, Kiki Wulandari, warga Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, ini mengaku jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. “Kalau untuk Trenggalek saja mungkin sekitar Rp 700 juta. Kalau ditambah kota lainnya, Solo, Surabaya, Malang, jumlahnya mencapai miliaran,” ujarnya di lokasi yang sama.

Kiki, sapaan akrabnya, mengaku tergiur mengikuti bisnis itu dari media Facebook. Dia melihat track record bisnis tersebut tidak ada masalah, meskipun diakuinya wadah yang menaungi bisnis tersebut belumlah legal, karena tidak ada pengawasan dan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia seperti yang seharusnya disyaratkan. “Memang bagus dan tidak ada masalah, nggak ada lembaga,” katanya.

Dari situlah dia mulai menginvestasikan uangnya hingga ratusan juta. Terlebih, dari beberapa arisan yang sudah diikuti sejak 2014 dinilai lancar.

Baru kemudian sekitar 9 Desember 2018 lalu, pihak owner mangaku kolabs pasca bisnis investasi yang masih berjalan setahun. “Kalau kerugiannya berbeda, mulai dari puluhan hingga ratusan juta. Kalau saya ratusan juta,” ujarnya sembari menunjukan beberapa bukti transaksi dan chatting grup yang sudah di printer.

Kiki dan beberapa korban lainnya, seperti Desy mengaku untung mengikuti bisnis tersebut. Sebab dengan uang modal Rp 4 juta, mereka bisa mendapatkan bunga hingga Rp 900 ribu tiap slotnya. Semakin banyak slotnya, maka semakin besar bunga yang akan diterima. “Jadi tiap menyetor tanggal berapa, nanti ketika mengambil kita mendapatkan bunga Rp 900 ribu dari uang Rp 4 juta. Tapi tidak tahu kok akhirnya seperti ini, karena awalnya memang tidak ada masalah,” sesalnya.

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia