Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Jawaban dari Fenomena Belum 17 Tahun Boleh Lakukan Proses Rekam E-KTP

23 Maret 2019, 02: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SUDAH 17 TAHUN: Pegawai Dispendukcapil Trenggalek perekaman e-KTP bagi pemula di SMAN 1 Karangan.

SUDAH 17 TAHUN: Pegawai Dispendukcapil Trenggalek perekaman e-KTP bagi pemula di SMAN 1 Karangan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Pekerjaan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek bakal semakin berat pada tahun politik 2019 ini. Pasalnya, salah satu syarat masyarakat untuk mengggunakan hak pilihnya adalah memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Kepala Dispendukcapil Trenggalek Djoko Wasono, melalui Kasi Pindah Data, Subagyo Darsono mengaku, berdasarkan instruksi dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), fenomena proses perekaman e-KTP pemula bisa dilakukan dengan usia di bawah 17 tahun atau di atas 16 tahun, terhitung pada 2019 ini. 

Kendati demikian, pencetakan e-KTP dilakukan ketika yang bersangkutan usianya sudah masuk 17 tahun. Dengan kata lain, setelah proses perekaman tersebut, data yang bersangkutan tidak langsung dicetak, tapi hanya akan disimpan di server. Hal itu dilakukan mengingat pelaksanaan pemilu direncanakan pada pertengahan April mendatang. Dengan demikian, pada H-1 pencoblosan, yang bersangkutan sudah memiliki hak sehingga tidak perlu lagi perekaman. Namun langsung mengambil blangko e-KTP.

Terkait pentingnya hal tersebut, kini dispendukcapil masih berkoordinasi dengan SMA/sederajat di wilayah Trenggalek lainnya untuk keperluan itu. Nanti data yang didapat ketika perekaman tersebut akan disimpan. Kemudian dikirim ke Kemendagri agar dicek ketunggalan datanya untuk diteruskan pencetakan jika sudah berusia 17 tahun.

Tata cara pengambilan e-KTP dilakukan secara kolektif oleh sekolah ketika seluruh e-KTP siswa telah dicetak. “Pengambilan e-KTP itu begitu mudah  dan tak repot untuk anak sekolah, bisa dilakukan guru dengan menunjukkan surat tugas dari kepala sekolah,” jelas pria yang akrab disapa Bagyo ini.

(rt/dre/zak/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia