Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

29 Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Hingga Pertengahan Maret

23 Maret 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

TULUNGAGUNG – Jumlah kecelakaan di Kota Mamer hingga pertengahan Maret ini sudah merenggut puluhan jiwa. Faktor kelalaian menjadi mayoritas penyebab terjadinya peristiwa tabrakan di jalan.

Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Tulungagung Ipda Dion Fitrianto menjelaskan, Januari sampai pertengahan Maret tahun ini, total kecelakaan 204 peristiwa, korban meninggal dunia 29 orang, luka ringan 392 orang, dan luka berat satu orang. Dari jumlah kecelakaan tersebut, total kerugian sebesar Rp 242,3 juta.

Dia menjelaskan, penyebab dominan kecelakaan adalah unsur kelalaian manusia. Selain itu, kesalahan pengemudi, tak memberi isyarat belok, tak memberi isyarat pindah jalur, dan melanggar batas kecepatan maksimal.

Jika dirinci, ada 120 kecelakaan diakibatkan kelalaian manusia; 53 kecelakaan akibat kesalahan pengemudi; 43 akibat tak beri isyarat belok; 22 akibat tak berikan isyarat pindah jalur; dan 10 akibat melanggar batas kecepatan maksimum.

Dia melanjutkan, kecelakaan paling dominan melibatkan orang sekitar umur 15, 20, dan 40 tahun. Yakni 60 kecelakaan melibatkan umur 15 tahun ke atas, 58 kecelakaan melibatkan sekitar umur 20 tahun ke atas, dan 42 kecelakaan melibatkan sekitar umur 40 tahun ke atas.

Dia menambahkan, jalur black spot atau lokasi yang sering terjadi kecelakaan yaitu di jalur nasional Ngantru, terutama di Desa Kepuhrejo, Ngantru, dan Pojok.

Penata Urusan (Paur) Subbag Humas Polres Tulungagung Bripka Endro Purnomo mengatakan, dalam kurun waktu Januari hingga Februari pada 2019 ini sudah ada 20 korban meninggal akibat peristiwa tersebut. Jika dibanding tahun lalu, korban meninggal naik. “Kecelakaan lalu lintas disebabkan human error atau kelalaian manusia memang paling tinggi,” terangnya.

Selama Januari dan Februari 2018, ada 138 kecelakaan mengakibatkan 19 orang meninggal, luka ringan 260 orang, dan luka berat tidak ada. Sedangkan pada tahun ini di bulan sama, ada 143 kecelakaan mengakibatkan 20 meninggal, luka ringan 277 orang, dan luka berat tidak ada.

Dia mengaku total kerugian akibat kecelakaan pada Januari dan Februari 2018 sebesar Rp 121,8 juta, sedangkan Januari dan Februari 2019 sejumlah Rp 86,850 juta.

(rt/did/pur/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia