Senin, 21 Oct 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

DPO Dua Minggu, Pelaku Lain Kasus Curat Di Hotel Hayam Wuruk Menyerah

24 Maret 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

SERAHKAN DIRI: Polisi menginterogasi pelaku curat di wilayah Hotel Hayam Wuruk yang menyerahkan diri.

SERAHKAN DIRI: Polisi menginterogasi pelaku curat di wilayah Hotel Hayam Wuruk yang menyerahkan diri. (ZAKI JAZAI/RADARTULUNGAGUNG.ID)

TRENGGALEK - Pelarian Deni Rojianto (DR), warga Kampung Sawah, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan Madura, salah seorang diduga pelaku pencurian dengan pemberatanTRENGGALEK - Pelarian Deni Rojianto (DR), warga Kampung Sawah, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan Madura, salah seorang diduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di sebuah server ruang karaoke dan kamar Hotel Hayam Wuruk Trenggalek, berakhir.

Setelah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sekitar dua minggu, pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini menyerahkan diri.

Kini pelaku bersama rekannya yang diamankan terlebih dahulu, Sapta Adi Prasetya, menjalani proses hukum di Satreskrim Polres Trenggalek.

Jika terbukti bersalah, keduanya dikenakan hukuman berdasarkan pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. “Kini kami terus melakukan proses penyelidikan terkait adanya lokasi lain yang menjadi sasaran kedua pelaku ini,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Seperti diberitakan, Sapta Adi Prasetya harus merasakan pengapnya tahanan besi Mapolres Trenggalek. Pasalnya, warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan Madura tersebut diduga terlibat pencurian dengan pemberatan di sebuah server ruang karaoke dan kamar salah satu Hotel Hayam Wuruk Trenggalek. Akibatnya, pihak hotel mengalami kerugian lebih dari Rp 9,26 juta karena barangnya seperti komputer, televisi, dan HP, raib dicuri. (curat) di sebuah server ruang karaoke dan kamar Hotel Hayam Wuruk Trenggalek, berakhir.

Setelah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sekitar dua minggu, pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini menyerahkan diri.

Kini pelaku bersama rekannya yang diamankan terlebih dahulu, Sapta Adi Prasetya, menjalani proses hukum di Satreskrim Polres Trenggalek.

Jika terbukti bersalah, keduanya dikenakan hukuman berdasarkan pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. “Kini kami terus melakukan proses penyelidikan terkait adanya lokasi lain yang menjadi sasaran kedua pelaku ini,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Seperti diberitakan, Sapta Adi Prasetya harus merasakan pengapnya tahanan besi Mapolres Trenggalek. Pasalnya, warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan Madura tersebut diduga terlibat pencurian dengan pemberatan di sebuah server ruang karaoke dan kamar salah satu Hotel Hayam Wuruk Trenggalek. Akibatnya, pihak hotel mengalami kerugian lebih dari Rp 9,26 juta karena barangnya seperti komputer, televisi, dan HP, raib dicuri.

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia