Senin, 26 Aug 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Hal yang Dilakukan Untuk Antisipasi Gangguan Saat UNBK

25 Maret 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TELITI: Helpdesk sedang mengecek kesiapan komputer atau client peserta untuk UNBK yang diselenggarakan mulai hari ini, Senin (25/3).

TELITI: Helpdesk sedang mengecek kesiapan komputer atau client peserta untuk UNBK yang diselenggarakan mulai hari ini, Senin (25/3). (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

TULUNGAGUNG - Perjuangan siswa kelas XII untuk lulus belum usai. Sebab, kali ini mereka harus menghadapi ujian nasional berbasis komputer atau yang sering disebut UNBK yang di gelar mulai Senin (25/3) hari ini hingga empat hari ke depan.

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah sudah mempersiapkan sarpras dengan maksimal,hingga persiapan peserta UN. Bahkan, Jumat dan Sabtu lalu sudah melakukan sinkronisasi.

Jalannya sinkronisasi tiap sekolah berbeda, bahkan cukup memakan waktu. Setidaknya membutuhkan sekitar satu hingga dua jam. Itupun bergantung koneksi internet dan server pusat. Sebab, sinkronisasi tidak melibatkan satu SMK, tapi sejumlah SMK se-Indonesia. “Lama tidaknya bergantung internet dan akses server pusat. Tapi kalau terjadwal sih lebih longgar jadinya," kata helpdesk UNBK SMK, Djunaedi.

Dia mengatakan, sinkronisasi tersebut dilakukan untuk menyelaraskan sistem antara server sekolah dengan pusat.

Selain itu, sinkronisasi juga untuk mengunduh file soal UNBK SMA dan data peserta. “File soal UNBK dari pusat baru bisa diakses pas hari pelaksanaan ujian. Makanya tak mungkin ada soal UNBK yang bocor,” ujar pria ramah ini.

Server berperan penting dalam penyelenggaraan UNBK. Sebab, perannya membawahi seluruh data dalam pelaksanaan. Seperti data peserta, soal, dan lainnya sehingga perlu pengawasan intens.

Nah, untuk menjaganya termasuk dari ancaman listrik mati, disarankan setiap penyelenggara UNBK memasang uninterruptible power supply (UPS). Itu nantinya akan membantu server tetap hidup sekitar 15 menit ketika ada pemadaman tak terduga.

Kesempatan itu bisa dimanfaatkan proses penyimpanan data atau hasil peserta. Mengingat UNBK ini bersifat semi online. “Meski sudah kesepakatan tidak ada pemadaman, tetap diantisipasi dengan genset. Karena itu termasuk juknisnya,” terangnya.

(rt/rak/lai/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia