Senin, 21 Oct 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Waspada Bahaya Minyak Jelantah, Berbagai Penyakit Ikut Mengintai

26 Maret 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PERLU PERHATIKAN: Minyak goreng sebaiknya digunakan maksimal tiga kali.

PERLU PERHATIKAN: Minyak goreng sebaiknya digunakan maksimal tiga kali. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Makanan yang digoreng rasanya memang lebih menggoyang lidah. Tak heran jika banyak lauk maupun beragam jenis makanan lain yang dimasak melalui proses penggorengan.

Namun, perlu diperhatikan pada penggunaan minyak untuk menggoreng. Minyak jelantah atau minyak goreng yang telah lama tidak diganti tentu berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, berisiko menimbulkan berbagai penyakit, seperti kolesterol tinggi hingga hipertensi.

Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Masduki menuturkan, penggunaan minyak jelantah sangat tidak baik untuk kesehatan.

Untuk itu, minyak goreng sebaiknya digunakan untuk menggoreng tidak lebih dari tiga kali penggorengan. Pasalnya, setiap kali digunakan, minyak akan mengalami penurunan mutu. Kadar lemak tak jenuh dan kandungan vitamin A, D, E, dan K pada minyak akan berkurang. Jadi hanya tersisa asam lemak jenuh.

“Makin sering digunakan untuk menggoreng, kandungan mutu akan berkurang dan yang tersisa adalah asam lemak jenuh. Ini berbahaya bagi kesehatan,” terangnya Minggu (24/3).

(rt/did/nda/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia