Senin, 20 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Belanja Di Pasar Srengat, Emak-emak Ditangkap Polisi, Ini Penyebabnya

26 Maret 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DIAMANKAN: Polisi menunjukan barang bukti uang palsu yang diamankan polisi, Selasa (26/3).

DIAMANKAN: Polisi menunjukan barang bukti uang palsu yang diamankan polisi, Selasa (26/3). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA - Sugiarti warga Desa Larangan, Kecamatan Pengadengan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah harus berurusan dengan polisi, Selasa (26/3). Itu setelah perempuan 41 tahun tersebut kedapatan mengedarkan uang palsu (Upal) di Pasar Srengat.

Janda empat anak itu ditangkap salah satu pedagang di Pasar Srengat yakni M. Maftuh warga Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon. Pelaku diamankan usai bertransaksi membeli tempe di lapaknya. "Korban ini pedagang sayuran. Saat itu dia mencurigai uang yang dibayarkan pelaku palsu. Pelaku langsung diamankan korban," jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, Selasa (26/3).

Uang palsu itu, jelas Ade, yang diberikan pelaku berjumlah Rp400 ribu. Uang itu berupa pecahan Rp 100 ribuan. "Memang jika dilihat secara kasat mata uang itu (uang palsu) mirip asli. Setelah dikonfirmasi ke bank di Srengat dan ternyata uang itu benar palsu," kata perwira berpangkat dua melati di pundak ini.

Merasa di rugikan, akhirnya pedagang sayuran itu melaporkan pelaku ke Polsek Srengat. Anggota polsek pun langsung meluncur ke pasar. Tidak ingin terjadi hal-hal membahayakan, polisi langsung menggelandang pelaku ke Polsek Srengat.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya, satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu, tiga lembar uang pecahan Rp 100 ribu, uang kembalian Rp 95 ribu,  15 biji kue basah, dan tas warna ungu.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 36 ayat 3 UU No 7 th 2011 tentang mata uang. Yakni setiap orang yang mengedarkan dan atau membelanjakan Rupiah yang di ketahuinya merupakan rupiah palsu maka bisa dipidana. "Ancaman hukumannya paling lama bisa sampai 15 tahun penjara," tandasnya.

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia