Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Alasan Pihak Sekolah Diimbau Untuk Siapkan Genset Saat UNBK

26 Maret 2019, 21: 55: 59 WIB | editor : Retta wulansari

FOKUS : Siswa kelas XII mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Senin (25/3).

FOKUS : Siswa kelas XII mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Senin (25/3). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG - Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMK, berlangsung sejak Senin (25/3). Dikonfirmasi mengenai kendala pada UNBK, Kasi SMA/SMK dan Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Tulungagung, Subagyo tak menampik jika terdapat sejumlah kendala teknis pada pelaksanaan UNBK kali ini.

Selain di SMK Sore, SMK Kesehatan sempat mengalami kendala pada sambungan koneksi internet. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan segera. “Memang benar, dari laporan yang saya terima di SMK Kesehatan sempat mundur 50 menit karena koneksi internet, sementara SMK Sore mundur 30 menit akibat gardu induk mati,” jelasnya.

Dia mengimbau pada sekolah untuk tetap menyiapkan genset. Itu untuk meminimalkan jika sewaktu-waktu terjadi permasalahan. “Sebenarnya sudah ada perjanjian dengan PLN dan pihak Telkom, untuk menajmin tidak ada gangguan selama ujian berlangsung. Namun saya imbau sekolah juga untuk tetap bersiap,” terangnya.

Terkait kehadiran, pria ramah ini menjelaskan, setidaknya ada 12 siswa tidak ikut UNBK pada hari pertama. Dikarenakan siswa mengalami sakit dan mengundurkan diri. Sehingga siswa diharuskan mengikuti ujian susulan.

Sebagai informasi diperkirakan sebanyak 6.715 siswa SMK mengikuti UNBK hingga kamis (28/3) mendatang. Jumlah ini tersebar di 35 lembaga SMK baik negri maupun swasta. Meski UNBK bukan penentu kelulusan, namun penting bagi siswa untuk tetap mengikuti sesuai dengan prosedur dan mengerjakan setiap soal dengan sungguh-sungguh. Pasalnya nilai hasil UNBK penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun untuk melamar pekerjaan. Untuk itu setidaknya siswa harus mencapai nilai minimum rata-rata 5,5.

(rt/did/nda/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia