Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Sugiarti Dijanjikan Menikah, Dikasih Upal

26 Maret 2019, 15: 35: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DIAMANKAN: Polisi menunjukan sejumlah berang bukti berupa uang palsu yang diamankan, Selasa (26/3).

DIAMANKAN: Polisi menunjukan sejumlah berang bukti berupa uang palsu yang diamankan, Selasa (26/3). (MOCHAMAD SUBCHAN ABDULLAH/ RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN - Sugiarti, warga asal Purbalingga, Jawa Tengah, yang ditangkap polisi karena mengedarkan uang palsu atau upal ternyata tidak sendiri dalam beraksi. Masih ada satu pelaku yang buron yakni Wardi. 

Wardi merupakan teman pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, sejumlah uang palsu itu diperoleh dari Wardi. "Pengakuan pelaku, Uang palsu itu dari Wardi. Temannya itu mengaku dari Kediri. Sampo sekarang belum diketahui keberadaannya," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, Selasa (26/3).

Ade menjelaskan, pelaku mengenal Wardi sekitar lima bulan yang lalu. Janda berkenalan dengan Wardi saat berada di Jakarta. "Nah, saat berada di Blitar, mereka jalan bersama. Ketika tiba di Pasar Srengat, mereka berhenti. Pelaku lalu turun dan diberi uang palsu oleh Wardi untuk dibelikan di pasar. Setelah itu, Wardi pergi," jelasnya.

Saat ditanya awak media, Sugiarti mengaku bahwa uang itu dari temannya. Dia terpaksa menerima uang tersebut karena sedang butuh. "Saya kepepet waktu itu. Tidak punya uang untuk ongkos pulang," akunya.

Sugiarti mengaku, kenal Wardi di Jakarta. Sebab pelaku bekerja di salah satu perusahaan konveksi di Jakarta. Saat itu, Wardi mengajaknya bermain ke kampung halamannya, Kediri. "Dia berjanji akan menikahi saya. Kan saya janda. Saat di Pasar Srengat saya diturunkan dan dikasih uang itu," akunya.

Seperti diberitakan, Sugiarti warga Desa Larangan, Kecamatan Pengadengan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah harus berurusan dengan polisi, Selasa (26/3). Itu setelah perempuan 41 tahun tersebut kedapatan mengedarkan uang palsu (Upal) di Pasar Srengat.

Janda empat anak itu ditangkap salah satu pedagang di Pasar Srengat yakni M. Maftuh warga Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon. Pelaku diamankan usai bertransaksi membeli tempe di lapaknya.

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia