Senin, 21 Oct 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Lima KK Bakal Pindah Akibat Tanah Retak Hingga Rusak Rumah

27 Maret 2019, 02: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MENGUNGSI : Rumah Mujina, warga Dusun Purwodadi, Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, yang rusak akibat tanah retak.

MENGUNGSI : Rumah Mujina, warga Dusun Purwodadi, Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, yang rusak akibat tanah retak. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADARTULUNGAGUNG.ID)

TULUNGAGUNG – Nasib warga Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, yang terdampak tanah retak sudah ada titik terang. Pihak pemerintahan desa (pemdes) setempat kini telah menyediakan lahan untuk tukar guling.      

Langkah mengambil kebijakan tukar guling tersebut merupakan solusi terakhir dari pemdes bagi warga terdampak tanah gerak, terutama di  RT 3/RW 11. “Relokasi adalah solusi terbaik. Lantaran rumah warga itu sudah tak layak huni. Tiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, kondisi tanah terus retak dan risiko longsor,” Kepala Desa (Kades) Tanen, Kecamatan Rejotangan, Sucipto.  

Dia mengaku, pada 2018 lalu pemdes sudah berikan solusi transmigrasi. Namun, kesempatan itu tak diambil. Padahal ikut transmigrasi akan diberikan rumah dan lahan sawit seluas 2 hektare di Gorontalo, Sulawesi. Kehidupan warga pun tetap terjamin.

Dulu tawaran untuk transmigrasi bagi warga terdampak tanah retak itu juga hasil dari musyawarah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Camat Rejotangan, pemdes, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, dan warga.

Namun genap satu tahun berjalan, musim hujan kembali datang. Curah hujan tinggi membuat tanah wilayah setempat kembali retak. Persoalan muncul lagi. “Hingga kini masih berunding dengan camat, termasuk mengurus status kepemilikan tanah milik warga terdampak tanah retak masih diproses,” ujarnya.

(rt/pur/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia