Minggu, 16 Jun 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Begini Kronologi Pedangan Ikan Koi Dibekuk Aparat

27 Maret 2019, 18: 45: 59 WIB | editor : Retta wulansari

HATI-HATI: Polisi menunjukkan pelaku penyebaran berita hoax pada sebuah akun.

HATI-HATI: Polisi menunjukkan pelaku penyebaran berita hoax pada sebuah akun. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Sutrisno, 40, warga Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, pedagang Ikan Koi dibekuk Satreskrim Polres Trenggalek lantaran diduga menyebarkan berita hoax lewat akun medsos palsu bernama Ridwan S. Berdasarkan informasi yang didapat radartulungagung.id , kejadian tersebut berawal pada Jumat (15/3) lalu.

Kala itu, korban Musyaroh yang juga masih tetangga pelaku meneruskan link posting-an salah satu berita online di medsos miliknya. Isi berita yang diteruskan berupa seorang calon legislatif (caleg) dari luar daerah yang dilaporkan ke polisi lantaran mencabuli gadis di bawah umur. “Setelah korban meneruskan link berita itu, timbul berbagai komentar di lamannya. Salah satunya dari pelaku dengan akun palsu bernama Ridwan S.,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, barulah pada Minggu (17/3) lalu, korban mengetahui ada komentar tak mengenakkan pada posting-an tersebut yang dilakukan oleh akun Ridwan S. Isi komentar tersebut berisi fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan pelaku. Karena itu, korban tak terima langsung melaporkannya ke Polres Trenggalek. “Mengacu laporan tersebut, kami langsung menyelidiki,” katanya.

Ternyata pada Kamis (21/3) lalu, polisi menemukan titik terang bahwa akun yang digunakan pelaku tersebut merupakan akun palsu. Sebab setelah dicek, identitas yang ada pada akun tersebut tidak sesuai atau tidak ada. Tak cukup sampai di situ, polisi terus menyelidiki hingga mengetahui identitas asli pemilik akun tersebut.

Tidak menunggu lama, mengetahui itu, polisi langsung membekuk pelaku di rumahnya yang dilanjutkan dengan penggeledahan. Dari situlah pelaku tidak bisa berkutik lagi ketika polisi mengecek HP miliknya yang masih terhubung dengan akun Ridwan S. tersebut. Jika terbukti bersalah, pelaku dikenakan pasal 45A ayat (2) UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. “Makanya, kami selalu tekankan agar selalu berhati-hati dalam menggunakan medsos agar tidak mengalami nasib yang sama seperti pelaku,” jelas Didit.

Sementara itu, di hadapan polisi, pelaku Sutrisno mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku jika komentar tersebut bertujuan mengingatkan korban saja. Sebab, tidak seharusnya korban meneruskan posting-an dari salah satu media online tersebut yang menyudutkan salah satu partai politik (parpol) peserta pemilu. “Saya juga bukan partisipan parpol tersebut, makanya posting-an itu hanya mengingatkan saja,” imbuhnya.

(rt/dre/zak/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia