Rabu, 11 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Feridian Kusuma, Pembuat Alat Musik Hang Drum (2-Habis )

Tak Boleh Sembarang Memainkan

28 Maret 2019, 02: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MERDU : Feridian Kusuma sedang memainkan hang drum buatannya di teras rumah.

MERDU : Feridian Kusuma sedang memainkan hang drum buatannya di teras rumah. (SITI NURUL LAILI/RADARTULUNGAGUNG.iD)

Tak mudah untuk membuat hang drum.  Feridian Kusuma butuh waktu tiga tahun bereksperimen membuat alat musik dari Swiss tersebut. Karya warga Desa Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo, itu kini sudah diminati  warga negara asing.             

SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH

Menurut Feridian Kusuma, tentu sebagai perajin hang drum harus peka dalam menyelaraskan nada-nada tersebut. Dia pun hanya bisa menyelesaikan satu hang drum kurang lebih seminggu. “Ada sembilan titik daun nada, itu lumayan sulit. Kalau salah harus mengulang lagi," katanya

Dia mengatakan, hang drum merupakan alat musik dimainkan dengan cara tuts atau sentilan jari lembut. Dengan begitu tak bisa sembarang dimainkan. Karena bisa mengubah nada yang sebelumnya sudah dilaraskan.

Apalagi bagian atas atau ding memiliki tujuh hingga delapan notes yang melingkar secara zig-zag mulai dari low hingga high. Semua tunes memiliki harmonisasi dan oktaf yang bisa dimainkan dengan beragam gaya.  

Di bagian bawah atau gu merupakan bagian yang menghasilkan suara bass dan penghasil resonansi. Bagian gu ini memiliki fungsi pitch yang dikontrol pemainnya. "Jadi satu kesatuan. Maka tak boleh sembarang memainkan. Jika rusak, otomatis harus menyelaraskan nada kembali," katanya

Dia sudah berkerjasama dengan salah satu penyedia hang drum di Bali. “Pembeli hang drum masih didominasi warga negara asing. Untuk satuan harga dipatok mulai Rp 3,5 juta keatas atau tergantung besar kecilnya,” tandasnya. 

(rt/lai/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia