Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Dugaan Aborsi, Polisi Periksa Perantara dan Akan Panggil Saksi Ahli

28 Maret 2019, 22: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DISELIDIKI: Ruangan tempat nenek, N, yang juga mantan perawat, hendak melakukan praktik aborsi.

DISELIDIKI: Ruangan tempat nenek, N, yang juga mantan perawat, hendak melakukan praktik aborsi. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA -  Satreskrim Polres Blitar Kota masih terus menyelidiki dan mendalami kasus dugaan praktek aborsi yang dilakukan Na warga Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul. 

Sementara ini, polisi telah memeriksa beberapa saksi. Saksi-saksi yang diperiksa tersebut merupakan orang yang berada di rumah N saat penggerebakan berlangsung. "Salah satu saksi yang kami periksa itu masih kerabat Na. Dia (saksi) menjadi perantara (dalam dugaan praktek aborsi)," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, Kamis (28/3).

Heri mengatakan, saksi perantara tersebut sudah dilakukan pemeriksaan. Saksi perantara tersebut merupakan seorang suami dan istri. "Kami sudah memeriksanya. Rencananya kami panggil lagi untuk pemeriksaan berikutnya," ujar perwira berpangkat tiga balok di pundak ini. 

Di sisi lain, saat ini Satreskrim juga tengah melayang surat ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar untuk mendatangkan saksi ahli. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana prosedur praktek aborsi yang benar.

Selain itu, juga melayangkan surat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo untuk mendatangkan saksi ahli berupa bidan untuk mengetahui bagaimana kondisi kehamilan pasien aborsi. "Ya, kami datangkan saksi ahli untuk melengkapi berkas penyidikan," kata Heri.

Seperti diberitakan, Satreskrim Polres Blitar Kota menggerebek sebuah rumah di Jalan Semeru, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul pada pertengahan Februari lalu. Diduga rumahb itu menjadi tempat praktek aborsi.

Rumah itu milik Na, perempuan 80 tahun, yang diduga melakukan praktik aborsi. Saat dilakukan penggerebakan, Na, kedapatan hendak melakukan aborsi kepada salah seorang wanita. "Dia mahasiswa berusia sekitar 21 tahun," tandas polisi ramah ini.

(rt/abd/kan/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia