Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pemilik Akun FB Penyebar Kebencian, Dituntut 2 Tahun dan Denda Rp 1 M

03 April 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

DATAR : Terdakwa Rohmad Koerniawan pemilik akun FB Imam Insani dan Pujiati sebelum masuk  ruang sidang.

DATAR : Terdakwa Rohmad Koerniawan pemilik akun FB Imam Insani dan Pujiati sebelum masuk ruang sidang. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG.ID)

 TULUNGAGUNG -Raut muka terdakwa Rohmad Koerniawan alias Wawan Harex pemilik akun FB Pujiati dan Imam Insani terlihat datar ketika jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan terkait kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dan berita hoax di Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung, Senin (1/4).

Sidang dengan agenda tuntutan tersebut dimulai sekitar pukul 13.53 di ruang Cakra. Sidang yang berlangsung cukup singkat yakni sekitar 15 menit ini dipimpin hakim ketua Johanis Hehamony. Dalam sidang selain dihadir JPU, juga penasihat hukum terdakwa.  Sidang tersebut terlihat sepi pengunjung.

JPU Anik Partini mengungkapkan, tuntutan ini bukan perkara kasus pada akun Pujiati tapi akun lainnya Imam Insani yang juga dikelola oleh Rohmad Koerniawan. Meski begitu, akun Imam Insani juga berisi konten-konten ujaran kebencian dan berita hoax. “Tuntutan dua tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, bila tak mampu membayar akan diganti tiga bulan penjara,” ungkapnya saat ditemui usai sidang.

Dia melanjutkan, tuntutan itu didasarkan pasal 45 ayat (4) junto Pasal 27 ayat (4) dan (4) Undang Undang RI nomer 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang nomer 17 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. “Dari hasil pertimbangan, tuntutan ini lebih ringan daripada hukuman maksimal,” tandasnya.   

Dia menambahkan, persidangan ini akan dilanjutkan minggu depan tepatnya Senin 8 April mendatang.  Seperti diberitakan, Rahmad Koerniawan, 38, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu adalah pemilik akun Pujiati dan Imam Insani.

Dia dibekuk polisi, lantaran menjadi tersangka penyebar berita hoax dan ujaran kebencian. Bahkan, penyebaran berita bohong itu ditunjukkan kepada Plt Bupati Maryoto Birowo, DPRD Supriyono, Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung dr. Supriyanto.

(rt/pur/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia