Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Rijanto Dialog Dengar Aspirasi Anak

Komitmen Wujudkan Pembangunan Berbasis Hak

06 April 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

CINTA ANAK: Bupati Rijanto usai dialgo bersama anak di Pendapa Ronggo Hadinegoro, Jumat (5/4).

CINTA ANAK: Bupati Rijanto usai dialgo bersama anak di Pendapa Ronggo Hadinegoro, Jumat (5/4). (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Blitar sebagai Kabupaten Layak Anak. Salah satunya dengan melibatkan anak dalam hal urun rembug terkait rencana program dan pembangunan.

Hal itu terlihat ketika Pemkab Blitar menyelenggarakan dialog anak 2019 yang digelar di Pendapa Ronggo Hadinegoro, Jumat (5/4). Kegiatan tersebut diikuti ratusan anak dari berbagai instansi.

Dialog anak dipimpin langsung oleh Bupati Rijanto dan didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Blitar Ny Ninik Rijanto, Kepala BNNK Blitar AKBP Agustianto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Kabupaten Kota Blitar Trisilo Budi, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

 Bupati Rijanto mengatakan, beberapa tahun terakhir ini Pemkab Blitar berhasil meraih predikat Kabupaten Layak Anak. Hal ini merupakan wujud nyata Kabupaten Blitar untuk mewujudkan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Kegiatan ini merupakan komitmen dari Pemkab Blitar, terkait Kabupaten Layak Anak (KLA),” ungkapnya.

Dialog anak diikuti oleh 250 anak yang berasal dari berbagai instansi dan satuan pendidikan. Mereka antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan menyampaikan aspirasinya kepada bupati Blitar. Selain siswa SD/MI, SMP/sederajat, dan SMA/SMK, kegiatan ini juga diikuti oleh anak-anak penyandang disabilitas.

 Dalam kesempatan yang sama, beberapa anak menyampaikan permohonanya terkait fasilitas dan keluhan lainnya. “Banyak aspirasi yang mereka sampaikan. Mulai dari permintaan surat izin mengemudi (SIM) untuk pelajar dan penyandang tunarungu serta fasilitas tempat belajar dan bermain dan lainnya,” jelasnya.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di lingkup Pemkab Blitar itu menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya menjamin dan melindungi hak anak. Menurut dia, perlindungan hak anak merupakan kewajiban dari pemerintah. Dia mengaku bangga kepada peserta yang memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasi dan apresiasi. “Hal ini jarang dimiliki oleh kebanyakan anak pada umumnya. Jadi saya sangat mengapresiasi mereka,” katanya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa Pemkab Blitar terus berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana (sarpras). Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak 2019.

 Dia melanjutkan, semua aspirasi yang disampaikan pada dialog anak akan segera ditindaklanjuti. Bahkan, pihaknya berjanji segera menginstruksikan instansi terkait untuk senantiasa memperhatikan dan memprioritaskan kebutuhan anak. “Saya berharap, salah satu di antara peserta yang hadir dalam dialog anak kali ini kelak bisa menjadi pemimpin, baik di tingkat kabupaten maupun pusat,” harapnya. 

(rt/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia