Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Sports

Penentuan Kekuatan Porprov

07 April 2019, 10: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

JAGA PERFORMA: Latihan rutin atlet FPTI Kota Blitar di kawasan GOR Soekarno-Hatta.

JAGA PERFORMA: Latihan rutin atlet FPTI Kota Blitar di kawasan GOR Soekarno-Hatta. (YANU ARIBOWO/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA – Penentuan kekuatan cabang olahraga (cabor) panjat tebing dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019, segera memasuki babak baru. Bagi atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Blitar yang masuk proyeksi porprov, ada dua ajang yang hasilnya dijadikan tim pelatih sebagai bahan evaluasi. Selain Aldakawanaseta Climbing

Competition IV di Wall Climbing Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, pada Jumat (29/3) hingga Selasa (2/4) lalu. Tim pelatih juga bakal memantau performa para atlet dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur Seri I.

Nah, dari hasil evaluasi menyeluruh akan ada dua atlet yang dicoret dari proyeksi porprov, yakni satu atlet putra dan satu atlet putri. Dengan situasi tersebut, memaksa para atlet yang masuk pemusatan latihan kota (puslatkot) untuk all-out mengerahkan kekuatannya. “Uji coba kekuatan proyeksi porprov kurang satu lagi di kejurprov akhir April ini. Dalam porprov, FPTI hanya mengirimkan sembilan atlet sesuai kuota dari KONI,” jelas Pelatih FPTI Kota Blitar Wisnu Susanto.

Pasalnya, mereka yang bakal mengisi kekuatan Kontingen Kota Blitar ditargetkan mampu membawa pulang medali dalam ajang empat tahunan tersebut. Seperti diketahui, cabor panjat tebing menjadi salah satu yang diandalkan memboyong banyak medali. Saat ini, dalam puslatkot ada 11 atlet terdiri enam putra dan lima putri yang menjalani latihan intensif setiap akhir pekan. Mereka harus berjuang ekstra keras jika ingin mengisi kekuatan Kontingen Kota Blitar.

Dalam porprov tahun ini, Kontingen Kota Blitar terdiri dari 23 cabor. Tujuh diantaranya harus melalui tahapan praporprov sebelum bertarung dalam puncak persaingan di empat kabupaten, Tuban, Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro. Tujuh cabor itu adalah sepakbola, futsal, voli, basket, pencak silat, bridge, dan catur. Sedangkan, sisanya adalah cabor atletik, renang, bulutangkis, voli pantai, tenis lapangan, tenis meja, taekondo, karate, aeromodeling, panjat tebing, sepatu roda, balap sepeda, angkat berat, binaraga, senam, dan menembak. 

(rt/yan/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia