Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Begini Kisah Pasutri yang Tekuni Usaha Penjualan Telur Bebek

10 April 2019, 15: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi

BLITAR - Usaha keras disertai doa memang tak menipu. Itulah yang sudah dialami Muhammad Irkhamma'ani dan Anis. Pasangan suami istri (pasutri) itu memilih menekuni usaha berjualan telur bebek. Dulu mereka hanya berjualan dan mengumpulkan telur dari peternak lain memakai obrok. Kini sudah pakai pikap.

Usaha berjualan telur bebek yang dilakukan Irkham –sapaan Muhammad Irkhamma'ani- dan Anis memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang sudah dialami. Terlebih ketika masih babat alias awal. Namun, keduanya tetap nekat dan berniat kuat.

Saat wawancara Selasa (9/4), Anis yang sehari-hari menjadi seorang guru honorer di salah satu sekolah di Blitar, banyak bercerita tentang usaha tersebut. Yakni usaha berjualan telur bebek sudah dimulai suaminya pada 2008 lalu, yakni beternak bebek. Kala itu belum menikah.

Pada 2014, keduanya memilih serius ke jenjang pernikahan. Lalu pada 2015, setelah dikaruniai seorang anak, pasutri itu mulai berpikir bagaimana cara menyambung hidup. Akhirnya memutuskan memulai usaha berjualan telur bebek. Itu juga tak lepas dari keluarga dan lingkungan yang kebanyakan menjadi peternak. "Akhirnya mulai usaha dengan jual beli eggtray bekas," ungkap Anis yang tinggal di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Satu tahun berjalan, ada tawaran dari pembeli telur, yakni minta dicarikan telur. Tentu jumlahnya dalam skala menengah sampai besar. Kala itu Anis dan suaminya sempat takut. Karena untuk berbisnis telur, butuh modal tak sedikit. Namun, keduanya sepakat menggunakan uang yang ada. "Pakai gaji dari guru, ditambah gaji suami dari membantu paman. Sekitar Rp 1,3 juta," ujarnya.

Modal itulah yang dipakai untuk memulai usaha. Tentu saja tidak langsung sukses. Banyak proses yang harus dilalui. Misalnya, sempat tak punya kendaraan angkut. Akhirnya hanya pakai motor matik yang diberi obrok atau papan. "Pernah pakai gledekan. Eggtray juga pernah penyok karena kehujanan," ceritanya.

(rt/whe/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia