Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Kolaborasikan Ukiran Lokal dan Tiongkok Hasilkan Barongan Indah Ini

13 April 2019, 09: 35: 59 WIB | editor : Retta wulansari

uniK: Beragam bentuk barongan versi tulungagungan yang dikolaborasikan  dengan relief china

uniK: Beragam bentuk barongan versi tulungagungan yang dikolaborasikan dengan relief china (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

TULUNGAGUNG - Industri kreatif pada dasarnya kerajinan berbasis budaya. Di kabupaten Tulungagung, industri kreatif ini jumlahnya cukup banyak dan berbeda-beda produk. Salah satunya yang masih eksis di era modern seperti ini, yakni kerajinan barongan.

Salah satu pengrajin barongan, Baharudin, warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman mengatakan, di era serba modern seperti ini, pemesan barongan masih banyak. Biasanya digunakan hiasan atau pentas. Rata-rata per tahun bisa mendapatkan pesanan sekitar 3-5 barongan. Meski hanya pekerjaan sampingan, namun hasil dari tiap barongan bisa mencukupi kebutuhan keluarga. "Saya ini bekerja di mebel, kebetulan ada permintaan untuk buat barongan, ya diterima saja. Dan hasilnya cukup memuaskan," katanya.

Kata Bakat-sapaan akrab-Baharudin ini barongan yang dia buat beda daripada yang lain. Meski barongan buatannya juga versi Tulungagungan, namun pembedanya terdapat pada  ukirannya. Yakni, dikolaborasikan dengan ukiran khas Tiongkok (China). Tak heran, hasilnya lebih indah, artistik dan bernilai seni. Harganyapun dipatok mulai Rp 6,5 juta. Terlebih, proses pengerjaannya butuh keuletan serta ketelatenan dalam mengukirnya. "Hasilnya lumayan sih, apalagi memang harganya cukup mahal karena proses pembuatannya yang memerlukan waktu  tak sedikit," jelasnya.

Untuk bahan, Bakat biasanya menggunakan bahan dari kayu waru, jati, atau cangkring. Namun dari macam kayu tersebut, paling banyak dipesan menggunakan kayu waru. Itu karena kelebihan kayu waru lebih ulet, kuat untuk caplokan. Selain itu, pemilihan kayu waru juga faktor harga, kayu waru lebih murah dan mudah ditemukan.  "Ya sesuai permintaan kalau saya. Biasanya waktu menyelesaikan barongan itu kurang lebih sebulan dari pola, ukir hingga finishing pengecatan," terangnya.

(rt/lai/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia