Kamis, 12 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

AS, Pelaku Mutilasi Budi Dikenal Jarang Bergaul dan Jualan Nasi Goreng

13 April 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

SEPI: Rumah orang tua AS di Dusun/Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu yang ditutup, Sabtu (13/4).

SEPI: Rumah orang tua AS di Dusun/Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu yang ditutup, Sabtu (13/4). (M.SUBCHAN/ RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KABUPATEN - AS, satu dari dua pelaku mutilasi dancer dan juga guru honorer asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dikenal sebagai orang tertutup di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu. 

Menurut penuturan tetangga di sekitarnya,  AS dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul. AS juga tertutup terhadap warga setempat. "Dia orangnya jarang srawung (bergaul). Saya juga tidak pernah ngobrol sama dia," kata Rokim, tetangga pelaku, Jumat (12/4).
Rumah AS tersebut, kata dia, merupakan rumah orang tuanya. Yang sekarang ditinggali oleh ibunya. Rumah Rokim sendiri tidak jauh dari rumah AS tersebut. Jaraknya sekitar 100 meter. 
Lokasi rumah Rokim berada timur rumah orang tua AS. Pria 34 tahun tersebut selama tinggal dengan ibunya di rumah tersebut. "Dia (AS) setiap hari jualan nasi goreng di wilayah Sambi, Kabupaten Kediri. Saya juga jarang berkomunikasi," terangnya. 
Rumah AS berada di tengah persawahan dan dekat dengan kandang ayam ternak. Kondisi sepi karena memang letaknya di persawahan. Di lingkungan tersebut hanya tiga rumah yang bertetangga dengan rumah AS. Termasuk Rokim, salah satu tetangganya. 
Saat menginjakkan di rumah AS tersebut di depan rumah langsung tampak hamparan persawahan. Di sisi baratnya ada kandang ternak dan di sisi baratnya pekarangan. Dinding rumah terbuat dari batako yang juga belum dilapisi semen dan cat. 
Rokim mengaku kaget mendengat kabar ditangkapnya AS. Pria yang sehari-hari bertani itu juga tidak menyangka AS menjadi pelaku mutilasi Budi Hartanto. "Saya tahu saat Kamis malam (11/4) itu sudah banyak polisi. Saya penasaran lihat tapi sama polisi tidak boleh mendekat," ungkap pria ramah ini. 
Selama ini AS dikenal memang orang yang jarang bergaul. Tingkahnya juga berbeda dari lelaki pada umumnya. "Ya, kayak perempuan gitu. Kemayu. Orangnya juga terlihat putih bersih. Tetapi kalau melintas depan rumah itu dia jarang menyapa," ujarnya. 
Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Nawaru. Dia juga kaget dengan kabar AS menjadi pelaku pembunuhan dancer asal Kota Kediri itu. Padahal, selama ini AS dikenal orang yang pendiam dan baik. "Tetapi, tingkahnya itu memang mbanceni (perilaku seperti perempuan. Kok bisa-bisanya," ujarnya keheranan. 
Diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan terhadap Budi Hartanto warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri berhasil ditangkap. Ada dua pelaku yang ditangkap oleh polisi Polda Jatim. 
Satu dari dua pelaku yang tertangkap itu merupakan warga Blitar. Pelaku tersebut adalah AS, 34, warga asal Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Jarak rumah pelaku dengan TKP penemuan mayat Budi di Kali Termas Lama di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu sekitar 1,5 kilometer.

(rt/abd/kan/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia