Senin, 21 Oct 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Masa Tenang, Bawaslu Mulai Copoti APK Dan Patroli Politik Uang

14 April 2019, 17: 30: 16 WIB | editor : Didin Cahya FS

TENANG : Tampak Satpol PP Blitar Kota menertibkan APK, Minggu (14/4).

TENANG : Tampak Satpol PP Blitar Kota menertibkan APK, Minggu (14/4). (MUHAMMAD SUBCHAN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

 BLITAR KOTA - Hari pertama masa tenang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar mulai merapatkan barisan. Minggu (14/4) Bawaslu sibuk bersih-bersih sejumlah alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang. 

Di samping itu, bawaslu juga semakin meningkatkan pengawasan di masa tenang selama tiga hari ini. Tujuannya untuk mengantisipasi praktik politik uang. "Ya, kamj lakukan patroli anti politik uang mulai malam ini (14/4)," kata Ketua Bawaslu Kota Blitar Bambang Arintoko, Minggu (14/4). 

Dalam patroli itu, jelas Bambang, bawaslu juga melibatkan unsur kepolisian dan Kejaksaan. Patroli bertujuan untuk mengantisipai terjadinya politik uang. "Apabila nanti ditemukan pelanggaran kami tindak sesuai aturan yang berlaku," ujarnya. 

Sanksi pelanggaran tersebut sudah tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Pasal yang disangkakan mulai Pasal 278, 280, 284, 515, dan 523. Sanksi bervariatif yakni mulai dari sanksi pidana penjara 3-4 tahun hingga denda Rp 36-48 juta dan diskualifikasi bagi pelaku. 

Sementara itu, operasi pencopotan APK itu dimulai sekitar pukul 13.00. Ada tiga tim yang disebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Sukorejo, Kecamatan Sananwetan dan Kecamatan Kepanjenkidul.

Tim bawaslu menyisir sejumlah ruas jalan untuk mengecek APK. Mulai dari spanduk, baliho, sampai bendera partai politik (parpol). Hasilnya, banyak ditemukan APK yang masih terpasang seperti baliho dan bendera parpol. "Untuk penertiban kali ini kami targetkan (APK) yang besar-besar dulu. Kami dibantu mobil skylift dari Satpol PP kota Blitar," katanya lagi. 

Bambang mengatakan, juga tetap menertibkan APK dengan ukuran kecil. Penertiban APK tersebut dilakukan karena masa kampanye sudah habis. "Yang jelas di masa tenang ini dilarang ada kampanye atau bentuk lainnya. Apalagi melakukan politik uang. Kemudian juga mobil branding," terangnya. 

Tidak semua APK ditertibkan oleh bawaslu. Ada sebagian APK yang ditertibkan sendiri oleh tim parpol. "Ada sekitar lima titik APK tadi yang ditertibkan sendiri. APKmya berupa Billboard," ujar pria berkumis tebal ini.

(rt/abd/kan/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia