Selasa, 22 Oct 2019
radartulungagung
icon-featured
Sports

Berikut Ini Penjelasan Logis Terkiat Mitos Fitnes Bagi Perempuan

15 April 2019, 19: 10: 59 WIB | editor : Retta wulansari

AGAR BUGAR : Reni Krisnawati angkat beban di tempat fitness Hotel Istana Tulungagung.

AGAR BUGAR : Reni Krisnawati angkat beban di tempat fitness Hotel Istana Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG - Memiliki tubuh ideal, bugar dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang, tak terkecuali kaum hawa.  Berbagai cara pun dilakukan, salah satunya dengan rutin fitness. Namun masih banyak wanita bingung dan khawatir antara fakta dan mitos fitness. Ini yang membuat wanita kerap gagal mendapatkan hasil yang diinginkan dari latihan yang sudah dijalani.

Personal trainer, Aris Noviantoro menjelaskan fitness tidak hanya sekadar membentuk otot, melainkan memiliki banyak manfaat lain. Seperti melatih kelenturan, menjaga kebugaran, dan membantu menurunkan berat badan.

Aris menjelaskan salah satu mitos yang kerap muncul di masyarakat adalah wanita yang kerap melakukan angkat beban terlalu berat akan menjadikan wanita berotot seperti pria. “Memang fitness dapat membantu membentuk otot wanita. Namun tidak sama seperti pria,”jelasnya.

Lanjutnya, wanita tidak memiliki cukup banyak hormon testosteron untuk membentuk otot dengan cepat. Pasalnya pria memiliki kurang lebih 15 hingga 20 kali lebih banyak hormon testosteron dibandingkan dengan wanita. Untuk itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk membentuk otot. “Kalau ada wanita yang berotot seperti pria itu pasti karena latihan yang amat sangat lama. Namun biar bagaimanapun otot yang terbentuk tidak akan seperti pria, jadi bagi wanita tidak perlu khawatir untuk fitness,” terangnya.

Mitos kedua yang kerap membuat kaum hawa khawatir untuk fitness adalah otot akan berubah menjadi lemak ketika berhenti berolahraga. Ini dikarenakan seseorang yang berhenti fitness merasa berat badan akan bertambah.

Pria ramah ini pun menegaskan tidak ada kaitannya anatara otot dan lemak. Faktanya, ketika berhenti fitness maka akan terjadi proses artofi. Di mana otot akan mulai mengecil dan berubah menjadi serat otot. “Ini ketika dilatih kembali tentunya serat otot akan kencang dan membentuk otot kembali. Nah jika ada penumpukan lemak di tubuh, kemungkinan besar karena tidak menjaga asupan makan dengan baik,” urainya.

(rt/nda/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia