Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Begini Cuaca yang Sebabkan Siklus Nyamuk Penyebab DBD Berkembang Biak

16 April 2019, 12: 10: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SESUAI ATURAN: Fogging tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa membuat nyamuk resisten dan pencemaran lingkungan.

SESUAI ATURAN: Fogging tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa membuat nyamuk resisten dan pencemaran lingkungan. (SITI NURUL LAILIL/RATU)

TULUNGAGUNG - Demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai. Bahkan, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebab, apabila tidak tertangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan kematian.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dicatat dari Januari hingga per 15 April terdapat 667 pasien DBD, sedangkan jumlah total kematian 14 pasien. Dengan rincian per bulannya yakni Januari 257 pasien dengan jumlah kematian tiga pasien, Februari 221 pasien dengan jumlah kematian 6 pasien, Maret 159 pasien dengan jumlah kematian tiga pasien, dan April hingga Senin (15/4) terdapat 40 pasien dengan jumlah kematian satu pasien. “Tren memang menurun, tapi tetap perlu ada kewaspadaan diri mengingat cuaca kini tidak menentu,” kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung Didik Eka Sunarja Putra.

Dia mengatakan, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti sebenarnya bukan saat hujan terus-menerus. Melainkan ketika cuaca tak menentu. Sehari hujan, sehari tidak atau curah hujan yang diselingi panas menjadi penyebab tingginya intensitas ancaman. Sebab, ketika tidak turun hujan (cuaca panas, Red) inilah, telur telur nyamuk berkembang biak dan menetas dalam genangan air yang kerap diabaikan. Misalnya di talang air, bak tempat penyimpanan air ataupun lainnya. Minimnya kesadaran warga terkait gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga menjadi faktor pendukungnya. “Uniknya, telur nyamuk bisa bertahan atau tidak menetas selama enam bulan karena tidak menyentuh air,” katanya.

(rt/rak/lai/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia