Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Tingkatkan Kewaspadaan, Di Waktu-waktu Ini Nyamuk Kerap Mencari Mangsa

16 April 2019, 12: 50: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SESUAI ATURAN: Fogging tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa membuat nyamuk resisten dan pencemaran lingkungan.

SESUAI ATURAN: Fogging tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa membuat nyamuk resisten dan pencemaran lingkungan. (SITI NURUL LAILIL/RATU)

TULUNGAGUNG - Demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai. Bahkan, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebab, apabila tidak tertangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan kematian.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung Didik Eka Sunarja Putra menyebutkan waktu-waktu yang perlu diwaspadai terkait dengan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini. Nyamuk dengan ciri belang hitam putih ini biasa mencari makan pada pagi dan sore hari, yaitu pukul 09.00-11.00 dan pukul 15.00-18.00 WIB. “Jam segitu, nyamuk mencari mangsa. Jika melihat dari jam tersebut, bisa jadi nyamuk selain ada di sekitar rumah, juga terdapat di sekolah-sekolah yang tentu ada vektor DBD. Jadi diharapkan untuk lebih waspada," tambahnya

Didik mengatakan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) jadi satu-satunya langkah pencegahan serangan DBD. Jika PSN tidak berjalan maksimal, kasus DBD akan meningkat. Pembersihan secara berkala seperti Jumat bersih juga efektif menurunkan kasus serangan nyamuk tersebut. Untuk mendukungnya, juga bakal lakukan fogging di lokasi rawan serangan DBD. “Upaya preventif seperti menutup bak air, penampungan air, atau bahkan menggunakan losion anti nyamuk kemungkinan bisa menekan angka DBD,” tandasnya.

(rt/lai/rak/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia