Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Alasan Kenapa Tak Bisa Sembarangan Lakukan Fogging

16 April 2019, 13: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SESUAI ATURAN: Fogging tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa membuat nyamuk resisten dan pencemaran lingkungan.

SESUAI ATURAN: Fogging tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa membuat nyamuk resisten dan pencemaran lingkungan. (SITI NURUL LAILIL/RATU)

TULUNGAGUNG - Fogging atau pengasapan merupakan salah satu cara membunuh nyamuk pembawa virus dengue yang mengakibatkan penyakit demam berdarah. Pengasapan ini dapat membuat nyamuk Aedes aegypti yang bersarang di dalam rumah mati. Meski terbilang efektif dalam menekan angka DBD, melakukan fogging tak bisa sembarangan. Fogging harus dilakukan dan diawasi dengan tepat agar nyamuk sebagai vektor virus dengue bisa mati. Hal itu diungkapkan Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Didik Eka Sunarja Putra.

Dia menjelaskan, sebelum melakukan fogging, harus melakukan sejumlah tahapan. Diawali memastikan ada atau tidaknya jentik dengan menggunakan penyelidikan epidiomologi. Serta ada tidaknya korban di kawasan tersebut. Tentu dari tahapan tersebut, akan menentukan apakah perlu dilakukan fogging atau tidak. “Nah, jika tidak ada vektor dengue, kenapa harus fogging? Sudah mahal, bisa mencemari lingkungan,” katanya

Selain itu, untuk melakukan fogging harus sesuai ketentuan. Seharusnya dilakukan tenaga terlatih. Selain itu, komposisi insektisida yang digunakan harus sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Pasalnya, insektisida yang digunakan tidak boleh beracun bagi manusia dan hewan peliharaan serta harus ramah lingkungan. Jika tidak, bukan tidak mungkin akan mengakibatkan resisten pada nyamuk tersebut. Selain itu, fogging yang sembarangan juga berakibat menjadi pencemaran lingkungan. “Mesin fogging juga harus sesuai standar, yakni harus bisa membakar 1000 derajat Celcius, jika tidak ya tidak efektif,” katanya

Didik melanjutkan, fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa. Jadwal pengasapan pun juga perlu diperhatikan. Jadwal paling efektif untuk melakukan fogging adalah pada pagi atau sore hari ketika nyamuk keluar dari sarang. Sedangkan, jentik dan telur nyamuk tidak terpengaruh terhadap asap fogging tersebut. Katanya tetap harus lakukan PSN. Sebab, masa inkubasi nyamuk dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa memerlukan waktu 10 hari. “Walaupun sudah ada fogging, tetap harus pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan jumlah vektor nyamuk Aedes aegypti," katanya

(rt/lai/rak/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia