Senin, 20 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Penanganan Sampah Organik Belum Optimal

16 April 2019, 22: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MASIH LAYAK: Warga hilir mudik di bagian belakang Pasar Ngemplak yang menjadi sentra grosir sayuran.

MASIH LAYAK: Warga hilir mudik di bagian belakang Pasar Ngemplak yang menjadi sentra grosir sayuran. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Meskipun penanganan sampah Pasar Ngemplak sudah dianggap mencukupi, masyarakat tetap menganggap jika penanganan sampah pasar sisa sayur atau organik belum seperti yang diharapkan. Selama ini, sayuran sisa lebih banyak diambil para pengolah makanan ternak. Padahal jika mau, hal itu bisa diolah lagi menjadi semacam kompos. “Sebenarnya saya menganggap pengelolaan di sini harus ditingkatkan lagi,” kata Hadiwijaya, salah satu pemilik kios Senin (15/4).

Menurut dia, sampah terbanyak di Pasar Ngemplak memang berupa sampah organik sisa sayuran. Setelah hari pasar selesai, di pinggir jalur akses pusat grosir sayuran sering ditemukan tumpukan sampah sayuran hijau. Sampah seperti inilah yang sering menjadi sasaran para pembuat pakan ternak untuk diolah kembali. “Namun, itu hanya sebagian kecil saja yang diambil. Selebihnya tetap berada di tempat semula dan menunggu dibersihkan petugas,” jelasnya.

Pria ramah ini melanjutkan, dulu di area sudut timur belakang Pasar Ngemplak ada sebuah alat untuk mencacah sampah sisa seperti ini. Namun, sudah lama dia tidak melihat alat serupa komposter itu. Padahal dia menganggap, alat seperti itu bisa cukup membantu upaya menanggulangi sampah organik, meskipun sekarang para petugas masih sigap untuk menyapu. “Keesokan pagi biasanya sudah bersih lagi. Jadi kami menganggap sudah mencukupi meskipun bisa ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kasiyanto, warga Ngantru. Dia menganggap, kondisi Pasar Ngemplak khususnya di bagian belakang masih cukup representatif. Apalagi semua sudah berjalan tertib sebagaimana mestinya, tak terkecuali untuk urusan kebersihan area. “Toh itu semua bisa membuat nyaman para pedagang maupun pembeli,” tuturnya.

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia