Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Tolak Celupkan Jari Ke Tinta, Pemilih Ini Serang Panitia Pakai Sajam

17 April 2019, 17: 09: 23 WIB | editor : Didin Cahya FS

TKP : Lokasi penusukan di TPS 16 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Rabu (12/4).

TKP : Lokasi penusukan di TPS 16 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Rabu (12/4). (MUHAMMAD SUBCHAN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Suasana coblosan di TPS 16 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo diwarnai ketegangan, Rabu (17/4). Ketegangan terjadi antara salah satu petugas TPS dengan pemilih.

Persoalannya, si pemilih menolak jarinya untuk dicelupkan ke tinta usai mencoblos. Saat itu si pemilih yang berinisial YA, bersitegang dengan salah satu panitia pemungutan suara (PPS) yang bertugas mencelupkan jari pemilih ke tinta, LS. 

Akibat ketegangan itu berujung penganiayaan. Si pemilih melukai petugas celup tinta dengan senjata tajam berupa pisau. "Informasi yang saya terima, Saat itu petugas berhasil menangkisnya. Hanya mengalami luka di dagu," kata Kasi Pemerintahan dan Trantibum Kelurahan Sukorejo Irwan Purwanto kepada wartawan, Rabu (17/4). 

Irwan menjelaskan, insiden penganiayaan itu berawal ketika pelaku YA usai mencoblos. Saat itu, oleh panitia YA diminta untuk mencelupkan jarinya ke tinta sebagai tanda sudah mencoblos. "Tetapi, YA menolak untuk mencelupkan jarinya," terangnya. 

Petugas tinta terus membujuknya agar mau mencelupkan. Tetapi tetap menolak hingga emosi. Tidak diketahui kenapa YA menolak mencelupkan ke tinta. 

Akhirnya, petugas lain berusaha membantu membujuk YA agar mau mencelupkan jarinya ke tinta. Setelah dibujuk berapa lama, akhirnya YA mau mencelupkan. "Setelah itu dia (YA) pulang. Tetapi tidak berapa lama dia kembali lagi dan bawa senjata tajam (sajam)," jelas pria ramah ini. 

Nah, ketika itulah terjadi penganiayaan. YA langsung menyabetkan sajamnya ke arah LS tetapi berhasil di tangkis. Ya kemudian menyabetkannya lagi mengenai dagu korban. Petugas dan pemilih lain yang mengetahui langsung melerainya. 

Pelaku langsung kabur meninggalkan TPS. Aparat kepolisian dan TNI yang menerima laporan langsung ke TKP. Korban lalu di bawa ke kelurahan untuk diobati dan diperiksa. "Pelaku belum ketemu. Masih dikejar aparat, kata Irwan. 

Dari keterangan yang diperoleh warga setempat TPS, jelas dia, antara korban dan pelaku sudah saling kenal. Diduga, motif penganiayaan itu dilatarbelakangi dendam. "Ya, informasi ada dendam. Tetapi tidak tahu masalahnya apa," tandasnya.

(rt/abd/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia