Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Pencairan Duit ke Desa di Trenggalek Tertunda Dipicu Pilkades Serentak

17 April 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ILUSTRASI

ILUSTRASI

TRENGGALEK – Kendati pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran khusus untuk desa, nyatanya aktivitas pencairan tidak segera dilakukan. Tentunya hal ini tidak sejalan dengan semangat pembangunan dari pinggiran yang digelorakan pemerintah. Diduga hal ini berkaitan dengan pesta demokrasi di tingkat desa beberapa waktu lalu. Pengajuan pencairan anggaran untuk desa pun tertunda.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Joko wasono mengatakan, pencairan anggaran untuk desa sudah bisa dilakukan sejak awal tahun. Terutama untuk alokasi dana desa (ADD). Sayangnya, sebagian desa mengajukan pencairan anggaran tersebut di ujung triwulan pertama tahun ini.

Menurutnya, hal yang demikian bukan menjadi hal baru di Kota Keripik Tempe. Sebab, nyaris setiap tahun tren pencarian anggaran di desa dilakukan mepet alias tidak segera diajukan pencairan. Padahal, pemerintah di tingkat desa sudah sangat hafal syarat-syarat yang dibutuhkan untuk pencairan ini. Salah satunya laporan penggunaan anggaran di tahun sebelumnya. “ADD sudah pencairan triwulan pertama. Tapi ya gitu, ada beberapa yang belum,” katanya Selasa (14/4).

Pihaknya juga berharap pada penghujung triwulan pertama lalu bisa dilakukan transfer ke desa terkait ADD-nya. Namun hingga akhir bulan ternyata tak satu pun dari 152 desa yang mengajukan pencairan. Pihaknya pun mencairkan sejumlah permohonan yang ada. “Yang belum mencairkan sekitar seratus berapa gitu, saya lupa kemarin,” imbuhnya sembari mengungkapkan pencairan ADD dilakukan dalam empat tahap.

(rt/muh/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia