Sabtu, 25 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Ada 7.012 Lembar Surat Suara Dimusnahkan KPU Tulungagung, Kenapa ?

18 April 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ANTISIPASI PENYALAHGUNAAN: Petugas KPU Tulungagung sedang membakar surat suara rusak pada Selasa (16/4) malam lalu.

ANTISIPASI PENYALAHGUNAAN: Petugas KPU Tulungagung sedang membakar surat suara rusak pada Selasa (16/4) malam lalu. (DHARAKA R. PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG.ID)

TULUNGAGUNG – Surat suara (SS) pilpres menjadi penyumbang kerusakan terbanyak pada Pemilu 2019 dengan jumlah total 1.622 lembar. Mayoritas, kerusakan terjadi lantaran adanya gradasi warna yang tembus hingga belakang. Surat suara tersebut pun akhirnya dimusnahkan dengan surat suara lain yang juga mengalami hal yang sama. “Yang paling banyak memang surat suara pilpres yang rusak,” kata Ketua KPU Tulungagung Mustofa usai pemusnahan surat suara pada Selasa (16/4) malam lalu.

Menurut dia, pemusnahan ini tidak terlepas dari surat edaran dari KPU pusat. Di mana semua surat suara yang mengalami kerusakan, entah sobek, gradasi warna, dan lain sebagainya harus dimusnahkan. Paling lambat sehari sebelum pencoblosan hal ini harus dilakukan. Itu untuk meminimalkan atau mengantisipasi penyalahgunaan surat suara tersebut. “Makanya harus dimusnahkan dengan cara dibakar,” jelasnya.

Pria berkacamata ini melanjutkan, kerusakan yang ditemukan pun tidak hanya pada satu jenis surat suara. Di setiap jenis surat suara selalu ditemukan kerusakan tersebut, meskipun dengan jumlah yang berbeda-beda. “Tidak sama jumlahnya. Bahkan untuk surat suara DPRD kabupaten sekalipun setiap daerah pemilihan (dapil) ada perbedaan jumlah yang rusak,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya pemusnahan ini bisa meminimalkan hal tak diinginkan yang berpotensi mengganggu kelancaran pesta demokrasi. “Pemusnahan ini juga disaksikan langsung Bawaslu maupun dari polri dan TNI,” tandasnya.

(rt/rak/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia