Sabtu, 25 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Cerita Komunitas NST BMX Tulungagung saat Berlatih (1)

Sering Cedera dan Terluka

18 April 2019, 03: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

KOMPAK: Komuitas Natural Street Together (NST) BMX Tulungagung saat latihan bersama.

KOMPAK: Komuitas Natural Street Together (NST) BMX Tulungagung saat latihan bersama. (IST)

Anggota komunitas Natural Street Together (NST) BMX Tulungagung  memilih olahraga ekstrem. Karena ingin uji adrenalin di jalanan. 

AGUD DWIYONO

Suasana bebas kendaraan tampak di sekitar area Taman Aloon-Aloon Tulungagung, Minggu (14/4). Itu dimanfaatkan warga Kota Marmer untuk melakukan berbagai aktivitas, di antaranya joging, naik kuda, berjualan dan lain sebagainya.

Namun, Koran ini tertuju kepada beberapa pemuda menaiki sepeda. Sepeda tersebut berukuran mini itu khusus dibuat untuk atraksi. Ada sekitar 10 jenis sepeda memiliki bentuk dan telah dimodifikasi. Modifikasi sepeda untuk memudahkan mereka saat melakukan berbagai trik.

Mereka tampak berputar-putar dan jumping dengan sepeda BMX. Komunitas penggemar olahraga ekstrem itu adalah komunitas Natural Street Together (NST) BMX Tulungagung. Mereka beranggotakan sekitar 20 remaja dari berbagai latar belakang berbeda, mulai dari pelajar, mahasiswa, dan ada yang sudah bekerja.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Tulungagung di  lokasi itu, salah seorang anggota komunitas, Fajar Mawardi mengatakan, aktivitas mereka merupakan kegiatan rutin berlatih bersama dengan sesama anggota. “Memang tidak semua ikut,” jelasnya sembil istirahat setelah bersepeda.

Ada beberapa tempat dipilih untuk berlatih, mulai di Taman Ngrowo dan Taman Aloon-Aloon Tulungagung. Selain itu, komunitas tersebut sering berlatih dengan rekan sesama komunitas di luar kota. “Biasanya di sini (aloon-aloon,Red) dan Ngrowo,” ungkapnya.

Remaja yang memiliki rambut gondrong tersebut mengatakan, komunitasnya itu dibentuk pada tahun 2010 lalu. Berbagai aktivitas dilakukan saat berkumpul mulai berlatih trik baru bagi pemula ataupun saling tukar informasi. “Kalau kami sering tukar informasi, dan mengajari yang belum bisa, kalau dulu kami belajar sendiri dari YouTube,” ujarnya.

(rt/iyo/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia