Kamis, 23 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Bukan Hanya Bawang, Sejumlah Bumbu Ini Juga Alami Kenaikan Harga

18 April 2019, 18: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MEROKET: Sejumlah bumbu dapur alami kenaikan harga, salah satunya cabai.

MEROKET: Sejumlah bumbu dapur alami kenaikan harga, salah satunya cabai. (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Ibu rumah tangga di Kota Marmer ini harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli beberapa kebutuhan bumbu dapur. Pasalnya, harga bawang merah, bawang putih, serta cabai rawit dan merah mengalami kenaikan menjadi Rp 40-45 ribu per kilogram (kg). Harga bumbu dapur tersebut sudah mengalami kenaikan sekitar sebulan lalu. Bahkan, diprediksi menjelang Ramadan terus meroket.

Mbak Ten seorang penjual di Pasar Ngemplak mengaku tidak hanya bawang merah dan putih yang naik, ada beberapa jenis bumbu dapur juga naik seperti cabai. ”Cabai kecil awalnya Rp 6 ribu, sekarang Rp 14 ribu per kg. Dan cabai merah awalnya Rp 15 ribu, per hari ini (kemarin, 17/4) menjadi Rp 38 ribu per kg,” jelasnya.

Menurut dia, kenaikan tersebut berdasarkan jumlah pengiriman yang mengalami kekurangan dari biasanya atau ada kendala dalam pengiriman yang memungkinkan barang semakin sedikit. ”Alasannya, biasanya banyak barang dalam pengiriman tertunda atau bagaimana gitu,” katanya.

Selain itu, juga terdapat bumbu dapur yang mengalami penurunan harga seperti tomat, awalnya Rp 10 ribu, menjadi Rp 7 ribu. Jeruk nipis semula Rp 10 ribu, sekarang Rp 3 ribu per kg. ”Selain naik, juga ada yang turun. Ada cabai putih (cabai ijo) yang awalnya Rp 8 ribu, menjadi Rp 4 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Yanto, seorang pembeli, mengaku belum lama ini bumbu dapur meroket tinggi. Hal ini membuat pembeli menahan diri untuk belanja. ”Kalau dulu biasanya satu kilo, saat ini belanja brambang dan bawang hanya seperempat,” ungkapnya.

(rt/iyo/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia