Selasa, 21 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Usai Melarikan Diri,Pelaku Aniaya Petugas KPPS Serahkan Diri Ke Polisi

18 April 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DIAMANKAN: Aparat menunjukan barang bukti yang diamankan terkait kasus penganiayaan petugas KPPS.

DIAMANKAN: Aparat menunjukan barang bukti yang diamankan terkait kasus penganiayaan petugas KPPS. (M. SUBCHAN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Pelaku pengiayaan terhadap petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 16 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo akhirnya menyerahkan diri ke pihak berwajib.

Pelaku yang diketahui bernama Yuhan Amin (YA), 38, warga setempat itu menyerahkan diri ke Polres Blitar Kota Kamis pagi (18/4). Pria yang juga juru parkir di Pasar Legi itu menyerahkan diri dengan diantar keluarganya. "Ya, pelaku ini menyerahkan diri ke polres. Dia mengaku bersalah," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, kepada radartulungagung.id, Kamis (18/4).

Dari tangan pelaku itu, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam (sajam) berupa pedang. Sajam itu milik pelaku yang diambil dari rumahnya. "Pelaku ini setelah mencoblos pulang. Lalu, selang sejam kemudian balik lagi ke TPS sambil bawa sajam," terangnya.

Ade menjelaskan, penganiayaan itu berawal dari cek-cok antara pelaku dengan korban, Lucky Setyabudi, 29, petugas KPPS yang saat itu bertugas sebagai pencelup tinta. "Pelaku datang ke TPS tersebut. Dia sempat diingatkan oleh petugas TPS agar tidak membawa ponsel saat mencoblos," ujarnya.

Pelaku lalu meletakkan ponselnya dan masuk ke bilik suara untuk mencoblos. Bukannya mencelupkan jari ke tinta usai mencoblos, pelaku malah melenggang keluar TPS. Petugas TPS lalu menegur untuk mencelupkan tinta.

Pelaku sempat dikejar petugas linmas. Lalu, akhirnya mencelupkan jarinya ke tinta. Selanjutnya pelaku pulang lagi. Tetapi selang satu jam kemudian, pelaku ini balik lagi ke TPS membawa sajam. Pelaku emosi dan menantang korban. "Lek wani reneo (kalau berani kesini saja,"  kata Ade menirukan ucapan pelaku saat itu.

Pelaku marah hingga terjadi saling dorong antara pelaku dan korban. Pelaku yang membawa sajam berusaha menyerang korban. Korban menahannya. "Tetapi sajam pelaku mengenai dagu korban hingga mengalami luka gores sepanjang tiga sentimeter," jelas perwira berpangkat dua melati di pundak ini.

Usai menganiaya, pelaku langsung melarikan diri. Polisi langsung menyelidiki dan memburu pelaku. Tidak ada 1x24 jam, pelaku menyerahkan diri ke pihak berwajib.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 351 tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya maksimal dua tahun penjara. Saat ini, pelaku meringkuk di tahanan mapolres Blitar Kota. 

(rt/abd/kan/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia