Kamis, 23 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Ekonomi

Gypsum Rumahan Mampu Bersaing, Harus Terus Update dan Ikuti Tren

18 April 2019, 21: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

CANTIK : Plafon bahan gypsum jadi favorit karena pemasangan yang lebih cepat dan juga ketahanannya lebih awet.

CANTIK : Plafon bahan gypsum jadi favorit karena pemasangan yang lebih cepat dan juga ketahanannya lebih awet. (SITI NURUL LAILIL M, NANANG SUSANTO FOR RATU)

TULUNGAGUNG - Setiap desa di Tulungagung memiliki beragam potensi desa yang kreatif. Baik itu di bidang usaha atau industri kerajinan, kuliner, maupun pembangunan atau konstruksi. Rerata produk dari desa sangat produktif dan berdaya saing. Itu karena sumber daya manusia (SDM)-nya yang semakin maju dan kritis dalam memasarkan produk. Tak heran, adanya potensi tersebut berdampak juga pada peningkatan perekonomian warga setempat yang mampu menciptakan lapangan kerja yang luas.

Nah, salah satu usaha yang produktif dan mampu bersaing dengan produk pabrikan yakni usaha gypsum. Seperti yang terlihat di Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo. Usaha di bidang konstruksi ini tak kalah saing karena memberikan kualitas yang lebih rapi dan lebih awet. Bahkan, banyak warga yang menggantungkan ekonominya pada usaha tersebut.

Nanang Susanto, pemilik usaha gypsum di Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo ini mengatakan, usaha yang dikelolanya itu kini sudah dibantu kurang lebih lima orang, yakni warga setempat. Kata Nanang, mereka yang membantunya menjadikan usahanya tersebut sebagai penghasilan utama. Sebab, hasil dari pembuatan hingga pemasangan gypsum cukup menjanjikan. "Iya, buka lapangan kerja bagi orang lain. Tapi yang bisa menekuni usaha ini hanya orang tertentu saja. Tak bisa sembarangan," kata pemilik Java Plafon ini.

Pria berusia 29 tahun ini mengaku sudah menekuni usaha tersebut sejak 2010 lalu. Usaha di bidang konstruksi itu membutuhkan ketelatenan juga inovasi baru. Karena perkembangan zaman, model bangunan ataupun pelengkap interior rumah terus berubah. Tentu untuk memenuhi pasar, Nanang selalu update dan mengikuti tren. Baik bahan maupun motifnya. "Pemasaran kami sudah mencapai pasar di Madura dan Jawa Tengah," katanya.

(rt/lai/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia