Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Sama-Sama Jukir, Begini Motif Aniaya Petugas KPPS di Blitar

18 April 2019, 16: 20: 09 WIB | editor : Didin Cahya FS

KAPOK : Pelaku penusukan saat pencoblosan saat di Polres Blitar Kota, Kamis (18/4).

KAPOK : Pelaku penusukan saat pencoblosan saat di Polres Blitar Kota, Kamis (18/4). (MUHAMMAD SUBCHAN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Motif penganiayaan terhadap petugas KPPS bagian celup tinta dilatar belakangi masalah pribadi. Sebelumnya, antara pelaku dan korban terlibat masalah pekerjaan. 

Kebetulan keduanya sama-sama juru parkir di Pasar Legi. Apalagi, saat coblosan pelaku mangkel dengan korban lantaran merasa dibentak karena lupa mencelupkan jari ke tinta. "Saya waktu itu lupa nyelupin. Lalu, dibentak. 'Tanganmu celopno' (tanganmu celupkan)," kata pelaku Yuhan Amin (YA) menirukan perkataan korban, kepada radartulungagung.id, Kamis (18/4). 

Saat dibentak itu, YA merasa tersinggung. YA lalu pulang ke rumah dan kembali lagi ke TPS 16 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. "Saya merasa emosi saja. Tersinggung karena dibentak," terangnya. 

Diketahui, hubungan antara pelaku dan korban merupakan teman dekat. Keduanya sama-sama juru parkir di Pasar Legi. Pelaku mengaku terpaksa menganiaya karena emosi sesaat bukan karena dendam. 

Apalagi, informasinya YA pernah berjasa membantu korban masalah pekerjaan. YA membantu korban bekerja sebagai jukir. "Ada masalah pekerjaan di antara kami," terang pria 29 tahun ini. 

Diberitakan sebelumnya, proses coblosan di TPS 16 Kelurahan Sukorejo diwarnai keributan, Rabu (17/4). Ketegangan terjadi antara salah satu petugas TPS dengan pemilih.

Persoalannya, si pemilih menolak jarinya untuk dicelupkan ke tinta usai mencoblos. Saat itu si pemilih yang berinisial YA, bersitegang dengan salah satu panitia pemungutan suara (PPS) yang bertugas mencelupkan jari pemilih ke tinta, LS. 

Akibat ketegangan itu berujung penganiayaan. Si pemilih melukai petugas celup tinta dengan senjata tajam berupa pedang.

(rt/abd/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia