Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Dyah Ayu Laras Pawestri, Pelatih Tari Mahasiswa Thailand (1)

Tak Pernah Patah Semangat

19 April 2019, 02: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

BERBAKAT : Dyah Ayu Laras Pawestri (jilbab hitam) ketika melatih tari mahasiswa Thailand.

BERBAKAT : Dyah Ayu Laras Pawestri (jilbab hitam) ketika melatih tari mahasiswa Thailand. (DYAH AYU LARAS PAWESTRI FOR RADARTULUNGAGUNG.ID)

Melatih mahasiswa Thailand menari merupakan pengalaman menarik dari Dyah Ayu Laras Pawestri. Dia harus ulet dan tekun untuk bisa membuat mereka lincah bergerak dan mendengarkan instruksinya.

SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH

Pertujukkan tari masih sering dijumpai saat penyambutan tamu atau event lain.   Dengan begitu tak heran jika generasi muda suka seni tari. Salah satunya Dyah Ayu Laras Pawestri.

Warga Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang, ini sudah mengenal seni tari sejak kecil. Maklum keluarganya rata-rata seniman, sehingga membuatnya turut berkecimpung dalam dunia seni.

Berbagai prestasipun pernah diraih.  Di usianya yang sudah menginjak 22 tahun, kini memiliki beragam pengalaman unik dunia tari, termasuk dipercaya menjadi seorang pelatih tari bagi para mahasiswa pertukaran negara asal Thailand.  "Pengalaman membanggakan saat dipercaya dosen untuk memperkenalkan tari tradisional bagi para mahasiswa program In-Country Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Negeri Malang (UM). Mahasiswa yang ikut program tersebut adalah  mahasiswa asal Thailand," kata Ayu sapaan akrabnya.

Saat di In-Country BIPA, Ayu menjadi mahasiswa baru (maba) jurusan Sastra Indonesia dan Daerah di UM. Di jurusan  tersebut terdapat unit kegiatan mahasiswa tari dan karawitan.

Tentu Ayu memiliki berlatarbelakang seorang penari, langsung terjun ikut kegiatan mahasiswa tersebut dengan tujuan mengasah kemampuan tari.

Dari keikutsertaan itu, Ayu sering dapat tawaran mengisi tari untuk acara kampus, khususnya jurusan Sastra Indonesia dan Daerah. “Dari kegiatan mahasiswa tari dan karawitan, saya pernah membuat karya tari dan musiknya dari dosen," ucapnya

Beda dengan anak didik di kampungnya, untuk melatih mahasiswa asal Thailand tidak mudah. Butuh ketelatenan untuk membimbing bagaimana gerakan tari yang diinginkan. Apalagi ketika harus mengkompakan gerakan antarpenari dengan ritme lagu mengiringinya tak mudah.

Namun demikian, Ayu tak pernah patah semangat membimbing. Karena hasil dari latihan tersebut akan lebih berkesan, ketika penampilan anak didiknya dapat pujian penonton. "Sejak awal sulit mengenalkan gerak dan teknik dasar tari. Namun karena mereka sudah hampir satu semester, bahasa Indonesia mereka cukup lancar, sehingga mempermudah saya berkomunikasi untuk menjelaskan," terangnya.

(rt/lai/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia