Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Masih Dua Kecamatan di Trenggalek yang Lapor ke KPU

19 April 2019, 17: 59: 03 WIB | editor : Didin Cahya FS

BUKAN QUICK COUNT : Pegawai KPU Trenggalek ketika mengentri data hasil pemilu untuk diinformasikan kepada masyarakat.

BUKAN QUICK COUNT : Pegawai KPU Trenggalek ketika mengentri data hasil pemilu untuk diinformasikan kepada masyarakat. (ZAKI JAZAI/ RADARTULUNAGUNG.ID)

TRENGGALEK- Pemilu 2019 yang dilaksanakan Rabu (17/4) lalu ternyata tidak semudah yang dibayangkan petugas. Pasalnya, dengan menggabungkan lima pemilihan sekaligus, proses pelaksanaanya begitu rumit. Indikasinya, belum seluruh Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) melaporkan salinan C1 ke KPU Trenggalek.

Itu terlihat, berdasarkan pantauan di lokasi, sebelum Magrib, hanya dua PPK yang sudah melaporkan. Dua PPK tersebut berasal dari Kecamatan Tugu dan Karangan.  Sehingga, saat itu KPU Trenggalek menunggu laporan salinan C1 dari PPK lainnya. "Salinan model C1 harus dilaporkan hari ini (kemarin,red) juga, makanya kami akan menunggu hingga larut malam," ungkap Kasubag Teknis KPU Trenggalek Puguh Budi Utomo, Kamis (19/4).

Dia melanjutkan, model C1 tersebut harus segera dilaporkan mengingat sangat penting untuk informasi tentang hasil pemilu yang telah dilaksanakan. Mengingat, model C1 yang diterima dari PPK, yang berisi data hasil pemungutan suara akan di-scan, di entri, dan dipindai KPU pada sistem. Nanti jika hal tersebut telah dilakukan maka informasi terkait hasilnya akan bisa dilihat secara nasional. "Maka hasil rekapan C1 itu akan kami masukan ke sistem, dan oleh sistem akan dicek. Sehingga jika terjadi kesalahan akan dikembalikan kepada yang bersangkutan untuk dibenarkan sebab kami tidak berhak membenarkannya," jelasnya.

Untuk itu, setiap kali pengiriman akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Tujuannya jika terjadi kesalahan data, maka bisa langsung dibenarkan, kendati masih ada beberapa data yang belum sesuai. Kendati demikian data yang diberikan bukanlah hasil perolehan suara atau hasil resmi dari KPU. Melainkan hanya sebatas informasi kepada masyarakat saja.

Sebab hasil resmi KPU baru akan dilakukan dengan berbagai tahap dengan cara manual, mulai rekapitulasi di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga pusat. "Perlu diingat hasil ini bukan hasil quick count, sebab kami bukan lembaga yang melakukannya. Sedangkan nanti untuk hasil resmi akan dilakukan rekap secara manual," jelas Puguh. 

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia